|
Menu Close Menu

IPNU-IPPNU Jabon Buka Lakmud Jenggala 2026, Cetak Kader Berintegritas

Senin, 19 Oktober 2026 | 21.57 WIB

 

Kegiatan Lakmud IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon, Sidoarjo.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sidoarjo – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jabon resmi membuka Latihan Kader Muda (Lakmud) Jenggala 2026 di Aula MINU Jabon, Sidoarjo.


Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Nilai Aswaja dalam Pembentukan Kader yang Berintegritas, Visioner, dan Adaptif untuk Menjawab Tantangan Zaman.”


Lakmud Jenggala 2026 menjadi langkah strategis PAC IPNU-IPPNU Jabon untuk memperkuat mental, wawasan, dan kepemimpinan pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat akar rumput.


Melalui jenjang pengkaderan menengah ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah secara teoritis, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.


Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus badan otonom (Banom) NU lintas generasi di wilayah Jabon serta perwakilan pimpinan cabang.


Hadir perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Sidoarjo, Rekan M. Sirojul, yang mengapresiasi konsistensi PAC IPNU-IPPNU Jabon dalam menjaga regenerasi organisasi.


Turut hadir perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jabon yang diwakili Ketua GP Ansor Jabon, Sahabat Dedik Baehaqi. Jajaran pengurus PAC Muslimat NU Jabon dan PAC Fatayat NU Jabon juga hadir memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para peserta.


Lakmud Bukan Sekadar Agenda Seremonial


Ketua PAC IPNU Jabon, Rekan M. Imam Sufajar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya Lakmud Jenggala 2026. Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan wadah untuk membentuk kader ideal yang siap menghadapi dinamika zaman.


“Lakmud Jenggala 2026 ini hadir sebagai wadah untuk mencetak kader-kader muda yang tidak hanya berakar kuat pada nilai-nilai Aswaja, tetapi juga memiliki integritas tinggi, pandangan yang visioner, serta kelincahan dalam beradaptasi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pengkaderan ini dengan sungguh-sungguh demi kemajuan IPNU-IPPNU di Kecamatan Jabon,” ujar M. Imam Sufajar.


Sementara itu, perwakilan PC IPNU-IPPNU Sidoarjo, M. Sirojul, menekankan pentingnya peran pelajar NU dalam menghadapi perkembangan era digital dan modernisasi.


Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kader IPNU-IPPNU memiliki daya saing tinggi tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai keislaman.


“Kader IPNU-IPPNU hari ini harus menjadi pribadi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan zaman, namun tetap memegang teguh integritas serta nilai-nilai Aswaja. Lakmud ini adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter visioner tersebut,” tegas M. Sirojul saat memberikan pengarahan.


Dukungan juga disampaikan Sahabat Dedik Baehaqi selaku Ketua GP Ansor Jabon yang hadir mewakili MWCNU Jabon. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan perjuangan NU pada masa depan berada di tangan para pelajar yang saat ini berproses melalui IPNU dan IPPNU.


Peserta Dibekali Materi Strategis


Rangkaian pembukaan Lakmud Jenggala 2026 ditutup dengan doa bersama dan pembukaan secara simbolis.


Selama beberapa hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai materi untuk memperkuat kapasitas diri dan kemampuan berorganisasi.


Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, keorganisasian, ke-Aswaja-an, manajemen organisasi, manajemen konflik dan pemecahan masalah (problem solving), analisis gender, analisis media, serta wawasan kebangsaan.


Melalui rangkaian materi tersebut, Lakmud Jenggala 2026 diharapkan mampu melahirkan kader muda NU yang berintegritas, memiliki visi ke depan, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap melanjutkan perjuangan organisasi dan menjawab berbagai tantangan masa depan. (Red) 

Bagikan:

Komentar