|
Menu Close Menu

Kelincahan Khofifah Memimpin Jatim Dipuji Mentan Amran, Lia Istifhama Beri Sinyal Kuat untuk Emil di Munas IKA UPN

Minggu, 18 Oktober 2026 | 22.35 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima cendera mata di acara Munas IKA UPN.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Indonesia yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Surabaya, Sabtu (17/10/2026).


Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kesinambungan kepemimpinan Jawa Timur, sekaligus penguatan peran alumni dan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.


Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengawali sambutannya dengan pantun yang ditujukan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.


Indah memandang hingga tak keluar kata,


Padahal cinta yang dipendam hanya menjadi kegalauan.


Hati berbinar berjumpa Bapak Emil Dardak tercinta,


Sosok pemimpin yang menjadi panutan kita semua.


Pantun tersebut menjadi pembuka pesan Ning Lia tentang pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan Jawa Timur.


Ia kemudian mengaitkan momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan arah pembangunan yang disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.


Ning Lia juga menyinggung pandangan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mengenai pentingnya kelincahan seorang gubernur dalam menjalankan kepemimpinan.


"Bagaimana pada -momen hari jadi Jawa Timur

Yang ke-81

Ibu Gubernur khofifah menyampaikan

Jatim unggul, maju dan

Berkelanjutan,

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman Bahwa ke depan

Gubernur harus memiliki kelincahan

seperti Ibu Gubernur

dan kita bicara bagaimana

agar Jawa Timur ke depan

tidak lepas dari sosok yang sangat memahami

kerjaan tersebut, amin" Kata politisi cantik


Pernyataan tersebut disampaikan Ning Lia dalam konteks pentingnya keberlanjutan pembangunan Jawa Timur. Ia turut menyinggung sosok Emil Dardak dalam pembahasan mengenai pemimpin yang memahami pekerjaan dan arah pembangunan daerah.


Menurut Ning Lia, keberhasilan pembangunan tidak hanya bertumpu pada capaian saat ini, tetapi juga bagaimana program yang telah berjalan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dalam kesempatan yang sama, Ning Lia menilai UPN Veteran memiliki karakter tersendiri sebagai Kampus Bela Negara yang mampu mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan pemikiran.


"Ketika sebuah institusi pendidikan mampu mengolaborasikan berbagai keberagaman dalam semangat persatuan, di situlah kekuatan kebangsaan sesungguhnya. Dan UPN Veteran menjadi salah satu jawabannya," ungkap Ning Lia.


Ia berharap UPN Veteran semakin berkembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta kemampuan kepemimpinan.


Ning Lia turut menekankan pentingnya prinsip meritokrasi agar generasi muda memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan prestasi.


Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge-based economy.


"Solusinya memang selalu dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi, knowledge-based economy sangat penting didorong," ujar Emil.


Munas tersebut turut dihadiri anggota DPR RI Reni Astuti, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof. Akhmad Fauzi, Wakil Rektor III Prof. Lukman Arif, serta KH. Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.


Dalam Munas tersebut, RM Bramastyo Kusumonegoro dipercaya menjadi Ketua IKA UPN Veteran Indonesia periode 2026–2031 melalui mekanisme pergiliran kepemimpinan antardaerah.


Ning Lia berharap jejaring alumni UPN Veteran terus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan:

Komentar