|
Menu Close Menu

Politisi Pecinta Batik, Ning Lia Konsisten Merawat Warisan Nusantara

Jumat, 02 Oktober 2026 | 13.07 WIB

 

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Batik bukan sekadar pilihan busana bagi Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal sebagai politisi pecinta batik yang konsisten mengenakan kain maupun busana bercorak batik dalam berbagai agenda publik.


Mulai kegiatan resmi, pertemuan dengan masyarakat, agenda kebangsaan hingga kegiatan sosial, beragam motif batik kerap menjadi bagian dari penampilan Ning Lia.


Pilihan tersebut sekaligus menjadi cara Ning Lia menunjukkan kedekatannya dengan kekayaan budaya Nusantara.


Bagi politisi cantik itu, batik memiliki makna lebih dari sekadar kain bermotif. Di balik setiap coraknya tersimpan identitas, kreativitas, filosofi dan perjalanan panjang budaya masyarakat Indonesia.


“Batik adalah kecantikan Nusantara. Setiap motif memiliki cerita, karakter dan keindahan masing-masing. Saat kita memakai batik, sesungguhnya kita sedang membawa serta kekayaan budaya Indonesia,” ujar politisi yang juga merupakan mantan model tersebut.


Kecintaan Ning Lia terhadap batik terlihat dari beragam busana yang dikenakannya dalam berbagai kegiatan. Motif tradisional maupun batik dengan sentuhan modern menjadi bagian dari penampilannya saat menjalankan agenda sebagai senator asal Jawa Timur.


Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan motif batik yang luar biasa. Setiap daerah memiliki ciri, warna dan filosofi berbeda yang menjadikan batik sebagai salah satu wajah keberagaman budaya Indonesia.


“Batik bukan hanya indah untuk dipandang dan dikenakan. Di dalamnya ada karya para perajin, ada tradisi, ada nilai budaya, bahkan ada identitas daerah yang harus kita jaga bersama,” kata senator humanis tersebut.


Pada momentum Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2026, Ning Lia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak memandang batik sebagai busana yang hanya digunakan dalam acara seremonial.


Menurutnya, perkembangan desain dan kreativitas para perajin membuat batik semakin fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kesempatan.


Batik, kata dia, bisa hadir dalam gaya formal maupun santai, termasuk dipadukan dengan tren fesyen modern.


“Anak-anak muda jangan ragu memakai batik. Batik bisa tetap modern, keren dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya,” tutur Ning Lia.


Ia juga mengingatkan bahwa mencintai batik tidak berhenti pada sekadar mengenakannya.


Dukungan kepada perajin dan pelaku UMKM batik, menurutnya, menjadi bagian penting agar ekosistem batik tetap tumbuh dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.


Batik pun menjadi salah satu ciri yang kerap terlihat dalam penampilan Ning Lia. Dari motif tradisional hingga sentuhan kontemporer, pilihan tersebut menjadi bagian dari caranya menyampaikan kecintaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.


Bagi Ning Lia, menjaga batik sama artinya dengan menjaga cerita panjang Nusantara.


“Karena batik bukan sekadar busana. Batik adalah identitas, kebanggaan, dan kecantikan Nusantara yang harus terus kita rawat bersama,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar