> Tidak Ada Sosialisasi, Puluhan Pedagang Pasar Tanah Merah Bangkalan Ngadu Ke-Legeslatif Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Tidak Ada Sosialisasi, Puluhan Pedagang Pasar Tanah Merah Bangkalan Ngadu Ke-Legeslatif

Sabtu, 13 Juli 2019 | 09.02 WIB

Puluhan pedagang tanah merah yang tergabung dalam Persatuan Sahabat Pedagang (Persada) mendatangi kantor DPRD Bangkalan
BANGKALAN – Puluhan pedagang tanah merah yang tergabung dalam Persatuan Sahabat Pedagang (Persada) mendatangi kantor DPRD Bangkalan untuk melakukan audiensi hari ini, (10/7/2019). Dalam audiensi ini, para pedagang menuntut kejelasan pembangunan pasar tanah merah yang akan segera dilakukan.

Koordinator Persada, Arif Rahman Hakim meminta dewan mengawal pembangun pasar Tanah Merah. Sebab, hingga saat ini belum ada sosialisasi serta ukuran lapak pedagang dibatasi.

“Sampai saat ini tidak ada sosialisasi. Lebih mengagetkan lagi, pembangunan dimulai agustus. Selain itu, kami meminta untuk ukuran lapak jangan dikurangi dari yang ada saat ini. Kami siap bayar sewa sesuai ukuran yang ada sekarang,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan serentak menolak pembangunan jika ukuran lapak tidak disesuaikan. Sebab, dari informasi yang mereka terima, pembangunan pasar akan diseragamkan berukuran 3×4 meter.

“Kalau ukuran 3×4 apa yang mau dijual. Kita ini punya kios. Pada intinya, jika ukuran tidak disesuaikan, kami dengan tegas akan menolak pembangunan,” terangnya.

Selain dua permasalahan tersebut, ia juga meminta pemerintah memberikan lokasi relokasi yang strategis. Sebab, para pedagang akan kehilangan omset jika lokasi relokasi tidak mudah dijangkau.

“Kita ada 1300 pedagang, jika tidak diberikan tempat relokasi yang bagu maka omset akan menurun. Sebaiknya jika pembangunan belum dikaji matang lebih baik diundur atau ditunda,” pintanya.

Di lokasi yang sama, ketua komisi B DPRD Bangkalan mengatakan akan menyampaikan hal tersebut pada dinas perdagangan. Sebab, sampai saat ini, komisi B tidak mengetahui secara jelas perencanaan pembangunan pasar tersebut.

“Kami akan lanjutkan hal ini pada Disdag, selain itu kami belum tau untuk ukuran denah dalam perencanaan pembangunan ini seperti apa. Yang pasti kami akan kawal pembangunan ini,” jelasnya. (yis/lil)

Bagikan:

Komentar