|
Menu Close Menu

Pengamat Sebut Wabup Indramayu Mental Tempe. Nina Lebih Urus Rakyat

Rabu, 22 Februari 2023 | 16.34 WIB

Doc. lensajatim.id

lensajatim.id, Jakarta - Lucky Hakim ajukan pengunduran diri sebagai Wakil Bupati (Wabup) Indramayu, Jawa Barat. Pengunduran diri itu, tertuang dalam surat Nomor 132/335 Tapem tertanggal 8 Februari 2023. Alasannya, dia mengaku gagal dalam mengemban amanah masyarakat.

Keputusan orang nomor 2 di Indramayu itu, mendapat respon dari sejumlah pihak, salah satunya, Ahmad Loksukon Direktur Eksekutive Panel Survei Indonesia (PSI) mengatakan sebaiknya pengunduran diri Lucki Hakim segera diproses saja.

"Nggak perlu ditahan tahan lagi. sebab akan merugikan Gerindra yang nantinya dianggap Kepala Daerah yang diusung Gerindra setelah jadi kepala Daerah bermental tempe," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2/2023).

Ahmad Loksukon menjelaskan, bahwa kemenangan pasangan Nina-Lucky di Kabupaten Indramayu, karena kerja tim dan relawan yang dibentuk oleh Partai PDI Perjuangan dan Gerindra bukan karena sosok Lucky Hakim.

"Sebab warga Indramayu lebih memilih sosok Nina-Lucky karena lawannya bagian dari Dinasti Politik di Indramayu," ujar Ahmad Loksukon.

Direktur PSI ini menegaskan, Nina Agustina dipasangkan dengan siapa saja pasti menang. apalagi diusung partai yang melambangkan Jokowi dan Prabowo sebagai tokohnya.

Dia menyarankan sebaiknya pengunduran diri Lucky Hakim segera diproses saja, tidak perlu ditahan tahan lagi.

"Karena akan merugikan Gerindra yang nantinya dianggap Kepala Daerah yang diusung Gerindra setelah jadi kepala Daerah bermental tempe, " tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komaruddin menilai munculnya konflik antara Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Wakilnya Lucky Hakim karena adanya dua kepimpinan atau dua matahari kembar.

"Ya bisa jadi konflik itu terjadi karena ada dua kepimpinan atau  ada dua matahari kembar, " kata Ujang kepada wartawan, Rabu (22/2/2023).

Ujang mengatakan, banyak faktor lain yang menyebabkan mundurnya Lucky Hakim sebagai Wabup Indramayu, seperti ketidak nyamanan terhadap Bupatinya. Ia menilai, ada kemungkinan Wabup tidak bisa mengikuti arahan dari Bupati sehingga tidak sejalan.

"Bisa adanya perbedaan dalam kerja untuk mengurus masyarakat Indramayu," ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang menyebutkan bahwa kejadian seperti ini adalah hal yang biasa di dalam dunia politik, dimana keduanya memiliki perbedaan politik dalam mengurus masyarakat Indramayu.

"Ya kejadian ini hal yang wajar terjadi di dalam dunia politik dimana awalnya maju bersama akhirnya ada perbedaan padangan politik dalam mengurus masyarakat Indramayu, " ucapnya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina akhirnya bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait permohonan pengunduran diri Lucky Hakim dari Wakil Bupati Indramayu.

Dalam unggahan nya, Nina Agustina mengucapkan terima kasih kepada Ridwan Kamil yang sudah mengundangnya mengklarifikasi situasi kondisi yang ada di Indramayu.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kpd Bpk Gubernur yg selalu mendukung pemerintah Kabupaten Indramayu," tulis Nina Agustina.

Selain itu,Nina Agustina juga mengucapkan Terima kasih kepada Lucky Hakim perihal statmentnya di media massa.

"Saya sebagai sahabat akan selalu mendukung karir dan kesuksesan dimanapun Mas Lucky berada," ucapnya.

Ketika ditanya pengunduran diri Wabupnya, Nina, tidak ambil pusing, lebih baik saya fokus mengurus dan melayani masyarakat Indramayu.

"Mungkin ada petani yang butuh pupuk, pengairan, nelayan yang butuh solar. apalagi sesuai program Pak Jokowi tahun ini difokuskan untuk ketahanan pangan, dan ngurusin masalah penurunan stunting sesuai program pemerintah dan program yang dicanangkan oleh Ibu Megawati Soekarno putri," tutupnya. (Redaksi)

Bagikan:

Komentar