|
Menu Close Menu

Hari Kebangkitan Nasional, Ning Lia, Senator DPD RI Terpilih Ajak Pemuda Memiliki Contingency Plan

Senin, 20 Mei 2024 | 14.23 WIB

 

Lia Istifhama, Anggota DPD RI terpilih dari Jawa Timur. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Surabaya- Kita ketahui, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya, merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Semangat Kebangkitan Nasional yang digagas oleh organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, menjadi tonggak sejarah awal pergerakan nasional Indonesia.


Beragam pesan pun mewarnai Harkitnas, tak terkecuali pada tahun politik 2024. Adalah Dr. Lia Istifhama, senator peraih suara tertinggi nasional kategori perempuan non petahana, menjelaskan makna Harkitnas baginya.


“Momen Harkitnas saat ini, tentu tak lepas dari pengaruh tahun politik. Salah satu hal penting yang harus kita petik adalah, ayo kita semua, para generasi bangsa, terutama para pemuda, memiliki Contingency Plan,” tegas perempuan yang akrab disapa Ning Lia, Senin (20/05/2024).


Anggota DPD RI terpilih dari Jatim yang dikenal dengan berbagai tagline, seperti spirit peran CANTIK dan karakter AURA, kini menyebut istilah baru lagi. Lantas, apa itu Contingency Plan?


“Contingency Plan adalah perencanaan kita terhadap segala hal situasi yang terduga. Ini semacam sebuah strategi manajemen resiko yang kita harus miliki, yang mana di dalamnya adalah spirit shalihun li kulli zaman wal makan, yaitu bagaimana kita bisa beradaptasi sesuai waktu dan tempat kita berada, " paparnya. 


Ibu dua anak yang dikenal sebagai aktivis sosial berparas ayu tersebut juga menjelaskan lebih detail tentang contingency plan.


“Contoh, kita bicara bahwa ini tahun politik 2024. Dimana Pileg Pilpres sudah terjadi, maka Pilkada serentak di depan mata. Nah, untuk menyikapi tahun politik, maka semua harus siap kalah dan menang. Kesiapan ini bukan hanya dimiliki oleh para kontestasi pemilu, tapi juga para pendukung. Agar tidak ada kebencian atau masalah tersisa pasca pemilihan,” imbuhnya.


“Yang patut kita syukuri, bahwa Pilpres dan Pileg yang sudah berlalu, tidak menyisakan konflik sosial. Ini bekal utama bahwa bangsa kita berada dalam potret solidaritas dan modal sosial yang kuat. Dengan begitu, kebangkitan nasional menuju generasi emasi 2045, sangatlah bisa tercapai mudah. Apalagi itu tadi, jika ditunjang strategi perencanaan contingency.”


Ditambahkan olehnya generasi bangsa yang memiliki contingency plan terkait dengan kemampuannya mengkolaborasikan digital.


“Kita harus tahu, bahwa kita semua harus memiliki internalisasi pemikiran, era digital jangan terpental. Maka salah satu cara tidak terpental adalah memahami peran kita dalam memanfaatkan teknologi. Kita harus mengkonvergensi fungsi computing atau gadget yang memberikan kita kemudahan bekerja, communication yaitu sarana kita berkomunikasi, dan content yaitu karya yang kita create, ciptakan untuk memberikan manfaat.”


“Yang pasti, dalam menciptakan perencanaan yang baik dalam hidup kita, maka hindarilah keinginan menjebakkan diri ingin selalu eksis, viral, atau menjadi pusat perhatian. Sedangkan hidup ini penuh dinamika. Kesiapan mental dan plan a plan b, harus kita miliki. Apapun profesi atau kehidupan pribadi seseorang, ia harus memiliki rangkaian opsi atau plan dalam memutuskan. Siap menerima resiko dan tanggung jawab,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar