![]() |
| Musaffa' Satria, Ketua PW GP Ansor Jatim usai jadi narasumber dalam Podcast FKIP UNUSA.(Dok/Istimewa). |
Mengusung tema “Ansor Bukan Hanya Seragam”, podcast menegaskan bahwa Ansor bukan sekadar identitas simbolik, melainkan wadah pembentukan karakter dan nilai keorganisasian, seperti disiplin, tanggung jawab, serta toleransi antarumat beragama.
Dalam pemaparannya, Musaffa' Safril menekankan pentingnya komitmen terhadap Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai ideologi utama Ansor. Ia menyebut Aswaja merupakan warisan para ulama yang harus terus dijaga dan diteruskan oleh generasi muda.
“Ansor harus tetap berpegang teguh pada Aswaja. Ini adalah fondasi ideologis dalam bersikap dan bertindak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen GP Ansor untuk tetap netral serta fokus pada kerja-kerja kebangsaan dan kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan. Ansor, lanjutnya, akan terus hadir di garda terdepan dalam aksi sosial sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada kesempatan tersebut, Musaffa' Safril juga menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, khususnya Kampus C UNUSA.
“Kampusnya keren. Meski tergolong baru, UNUSA sudah menunjukkan kualitas sebagai kampus unggul di berbagai bidang,” tuturnya.
Podcast ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa FKIP UNUSA, terutama calon guru, untuk memperkuat karakter, moderasi beragama, serta komitmen kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, FKIP UNUSA berharap dapat terus menghadirkan dialog inspiratif yang memperkaya wawasan keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan generasi muda di tengah tantangan zaman. (Had)


Komentar