![]() |
| Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur dalam sebuah kesempatan.(Dok/Istimewa). |
Dalam surat terbuka yang ditandatangani Koordinator BMNU Jatim, H. Maksum Zuber, para kader muda NU menuliskan sapaan penuh penghormatan. “Salam silaturrahim, semoga Ibu senantiasa diberi kesehatan dan kesabaran menjalankan amanat umat sebagai Gubernur Jawa Timur sejak 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030,” tulisnya, Kamis (28/08/2025).
BMNU menegaskan, selama ini mereka merasakan kepemimpinan Khofifah yang penuh dedikasi. Sosok perempuan yang dikenal sebagai tokoh Muslimat NU itu dianggap telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk umat. Lebih dari itu, Khofifah juga dinilai sebagai penerus nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan peradaban yang diwariskan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
“Kami para kader muda Nahdliyin merasa terbimbing dan terayomi. Engkau Gubernur Jawa Timur yang banyak membawa prestasi dan penghargaan, serta mengangkat produk-produk daerah khas Jawa Timur ke kancah nasional dan internasional,” lanjut isi surat tersebut.
Rekam jejak prestasi Khofifah pun tak luput disebutkan. Mulai dari penghargaan Gubernur/Kepala Pemerintahan Provinsi Terbaik versi Kadin Award 2019, penghargaan Alumni Berprestasi dari Universitas Airlangga, hingga dua penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai Pembina Ormas Terbaik serta Bakti Sepanjang Masa untuk Muslimat NU.
Selain itu, Khofifah juga diganjar penghargaan sebagai Pemimpin Perubahan dari Kemenpan-RB atas komitmennya menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Bahkan di masa pandemi Covid-19, dua rekor MURI berhasil diraih melalui Nuzulul Quran daring pertama di dunia serta Khotmil Quran Kubro daring terbanyak di dunia.
Tak berhenti di situ, inovasi Ekonomi Berbasis Pesantren (Ekotren) yang digagasnya juga berhasil meraih Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022 dari Kemenpan-RB, dan telah direplikasi di delapan daerah di Jawa Timur.
Atas dasar itulah, BMNU Jatim berharap dapat bertemu langsung dengan Khofifah. Mereka meminta izin untuk menggelar dzikir, tahlil, tahmid, dan doa bersama di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya atau Gubernuran Jawa Timur pada 2–4 September 2025.
“Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Atas perhatian dan berkenannya kami ucapkan terima kasih,” tutup H. Maksum Zuber dalam pernyataannya. (Had)


Komentar