|
Menu Close Menu

Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Ning Lia Serukan Revolusi Pendidikan Teknologi

Jumat, 01 Agustus 2025 | 17.09 WIB

Ning Lia, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jakarta- Arus digitalisasi global yang terus menguat mendorong Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, MEI, untuk kembali bersuara. Dikenal dengan tagline “Cantik, (Cerdas, Inovatif, dan Kreatif) ”, Ning Lia menekankan urgensi penguatan sektor pendidikan berbasis teknologi atau yang ia sebut sebagai EduTechno.


Dalam wawancara eksklusif dengan media, Ning Lia menyoroti fakta bahwa dominasi global negara seperti Amerika Serikat tak lepas dari kekuatan pendidikan teknologinya. Bahkan ketika AS menerapkan kebijakan ekonomi kontroversial seperti tarif ekspor 15%, negara tersebut tetap mampu menguasai pasar dunia.


“Meski mereka menaikkan tarif, tetap unggul karena basis kekuatan mereka adalah pada pendidikan teknologinya. Ini menjadi pelajaran besar bagi Indonesia,” ujar Ning Lia, Jumat (01/08/2025) 


Keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini menuturkan, Indonesia harus segera keluar dari peran sebagai pasar teknologi dan mulai mengambil posisi sebagai produsen digital. Kuncinya? Sistem pendidikan yang adaptif dan progresif terhadap perkembangan teknologi.


“EduTechno tidak hanya bicara soal literasi digital atau jurnal ilmiah. Ini soal deep learning, pembelajaran kontekstual, inovasi, dan daya cipta,” tegasnya.


Lebih lanjut, Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) ini mengingatkan bahwa teknologi dalam pendidikan harus digunakan untuk memperkuat produktivitas, bukan sekadar hiburan. Meskipun hiburan merupakan kebutuhan dasar dalam teori Maslow, namun arah pemanfaatan teknologi tetap harus diarahkan untuk mendukung kemajuan bangsa.


“Kita ingin teknologi menjadi jalan untuk melahirkan generasi yang kreatif, bukan hanya konsumtif. Dunia pendidikan harus menciptakan ruang untuk inovasi,” ujarnya.


Ning Lia juga menekankan pentingnya memberi panggung bagi anak muda Indonesia yang memiliki talenta di bidang teknologi. Ia menyebut bahwa banyak potensi anak bangsa yang masih terpendam karena kurangnya ruang, apresiasi, dan dukungan.


“Apresiasi terhadap karya anak bangsa di bidang teknologi harus diperkuat. Kita butuh lebih banyak beasiswa, kompetisi yang visioner, dan ekosistem pendukung lainnya,” katanya.


Ia pun menyinggung sosok Mira Murati, Chief Technology Officer OpenAI, sebagai contoh nyata bahwa sumber daya manusia yang unggul bisa menciptakan dampak global besar. Menurutnya, Indonesia juga punya peluang yang sama, asalkan mampu membangun fondasi pendidikan teknologi sejak dini.


“Kita tidak boleh tertinggal. EduTechno bukan sekadar tren, tapi kebutuhan strategis agar bangsa ini bisa bertahan dan memimpin di era digital,” pungkas Ning Lia.


Dengan semangat transformasi digital, Senator Lia Istifhama menyerukan agar Indonesia segera membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang kuat, inklusif, dan progresif. (Had) 

Bagikan:

Komentar