|
Menu Close Menu

Ketua Komisi XIII: Penganiayaan Pedagang Kibarkan Bendera One Piece di Bantaeng Respons Berlebihan

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 21.41 WIB

Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR RI dalam acara diskusi.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Makassar– Video seorang pedagang di Pasar Bantaeng, Sulawesi Selatan, bernama Pardi, menjadi korban intimidasi dan penganiayaan karena mengibarkan bendera bergambar karakter anime One Piece, viral di media sosial. Dalam video tersebut, Pardi terlihat ditampar oleh seorang pria yang mengaku sebagai aparat.


Menanggapi kejadian itu, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menilai tindakan tersebut merupakan respons yang berlebihan.


“Ini (pengibaran bendera One Piece) sebuah ekspresi yang biasa-biasa saja, bahkan Pak Presiden sudah menyatakan pendapatnya. Kalau ada respons berlebihan, itu yang keliru,” ujar Willy di Makassar, Kamis (7/8/2025).


Willy menegaskan, pengibaran bendera anime tidak dapat dianggap sebagai tindakan makar, sebagaimana ramai diperdebatkan belakangan ini.


“Kita anggap ini bukan makar. Ini hanya ekspresi biasa, jangan ditanggapi secara berlebihan. Proporsional saja,” tegas legislator Partai NasDem tersebut.


Ia juga menyebut, rasa kecewa atau marah masyarakat terhadap pemerintah adalah hal yang wajar.


“Orang punya rasa kecewa, marah, sejauh tidak melecehkan simbol-simbol negara, ya fine-fine saja,” tambahnya.


Meski demikian, Willy mengingatkan agar kritik publik diarahkan tepat sasaran. Ia menilai, ada kecenderungan di masyarakat yang mengidentikkan kemarahan kepada pemerintah dengan kemarahan terhadap negara.


“Dalam teori demokrasi, negara itu stabil, sementara pemerintahan silih berganti. Politik itu dinamis, pemerintahan datang dan pergi, tapi spirit patriotisme kita harus tetap tegak berdiri,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar