|
Menu Close Menu

Munas MA IPNU Perdana Digelar di Bondowoso, Sekjen MA IPNU: Bukan Sekadar Lokasi, Ini Tanah Kader Terbaik!

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 21.49 WIB

Sekjend Presidium MA IPNU, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, saat memberikan sambutan dalam acara Munas MA IPNU di Pendopo Kabupaten Bondowoso.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Bondowoso- Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) untuk pertama kalinya resmi digelar di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Sabtu (2/8/2025). Acara yang sarat makna ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Presidium MA IPNU, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, di hadapan ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan perwakilan luar negeri.


Dalam pidato pembukaannya, pria yang akrab disapa Mas Ni’am ini menegaskan bahwa pemilihan Bondowoso sebagai tuan rumah bukan keputusan sembarangan. Proses panjang hingga spiritual pun ditempuh untuk menentukan lokasi.


“Banyak lokasi diusulkan, bahkan panitia sampai kita utus ke Mekkah untuk istikharah. Akhirnya, Bondowoso yang terpilih. Ini bukan hanya karena tempatnya, tapi karena di sini ada kader terbaik IPNU,” ungkapnya dari podium.


Menurut Mas Ni’am, Munas ini tidak sekadar menjadi forum formal, tapi juga wadah strategis yang membawa dampak luas bagi masyarakat.


“Ketika kader dipercaya, maka tugas kita adalah mendukungnya. Ini kesempatan untuk menyiarkan Bondowoso ke seluruh negeri,” katanya disambut riuh tepuk tangan peserta yang memenuhi Pendopo Kabupaten Bondowoso.


Mas Ni’am, yang juga disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua Umum MA IPNU, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Ia mengenang kedekatan Bang Zul—sapaan akrab Zulkifli Hasan—dengan IPNU sejak tahun 2012.


“Dulu hadir sebagai Menteri Kehutanan, sekarang sebagai Menko. Siapa tahu nanti datang lagi dengan jabatan lebih tinggi,” ujarnya yang disambut gelak tawa para peserta.


Kisah inspiratif juga turut diangkat, tentang seorang Ketua MA IPNU Kalimantan Selatan yang terpaksa tidur di masjid karena hotel penuh.


 “Beliau ini juga anggota DPRD provinsi dari Fraksi PAN. Tapi tetap semangat hadir walau harus tidur di masjid. Ini bukan drama, bukan settingan, apalagi di depan Pak Zul,” ucap Mas Ni’am sambil tersenyum, memantik gelombang apresiasi dari peserta.


Munas perdana ini berlangsung selama dua hari, 2–3 Agustus 2025. Menurut data panitia, peserta datang dari 27 provinsi serta perwakilan dari Eropa, menunjukkan eksistensi MA IPNU di panggung nasional dan internasional.


 “Tempat pendidikan boleh lulus, tapi ada satu yang tidak boleh hilang, yaitu persaudaraan,” pungkas Mas Ni’am menutup sambutannya dengan pesan mendalam. (Had) 

Bagikan:

Komentar