![]() |
| Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menjenguk korban kecelakaan yang dirawat di RS Bina Sehat, Jember.(Dok/Istimewa). |
Dalam kunjungannya, Khofifah bukan hanya hadir memberi semangat, tapi juga menyerahkan santunan kepada para korban. Masing-masing korban luka mendapat bantuan Rp5 juta, sementara ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan duka sebesar Rp10 juta.
Santunan itu diserahkan langsung kepada keluarga almarhumah Hesti Purwa Wredamaya (39), Dessy Eka Agustin (33), dan Nasha Azkiya Nayyara (14). Adapun penyerahan santunan kepada korban lain telah dilakukan di rumah duka Desa Serit, Kecamatan Panti, Jember.
“Sesuai SOP Pemprov Jatim, setiap korban meninggal karena kecelakaan diberikan santunan duka cita sebesar Rp10 juta. Sedangkan bagi yang dirawat, kami memberikan dukungan Rp5 juta. Semoga yang wafat husnul khotimah dan yang dirawat segera pulih,” ujar Khofifah dengan mata berkaca-kaca.
Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu juga menyampaikan doa khusus bagi seluruh korban, sembari mengapresiasi kerja cepat tim medis RS Bina Sehat.
“Saya melihat sendiri bagaimana tim medis langsung membentuk tim khusus begitu menerima laporan. Tindakan operasi bisa segera dilakukan. Ini bukti kinerja yang sangat cepat dan profesional,” tegas Khofifah.
Direktur RS Bina Sehat, dr. Faida, juga memberikan apresiasi atas kepedulian Khofifah. Ia menyebut kunjungan Gubernur memberikan semangat tersendiri bagi korban maupun tenaga medis.
“Terima kasih Ibu Gubernur yang hadir langsung, bahkan ikut melihat korban di ICU. Alhamdulillah hari ini sembilan pasien yang membutuhkan operasi sudah tertangani, delapan ortopedi dan satu bedah saraf karena cedera otak berat,” terang Faida.
Tragedi ini meninggalkan luka yang dalam, namun juga memperlihatkan kepedulian nyata dari seorang pemimpin daerah. Kehadiran Khofifah bukan sekadar simbol, melainkan wujud empati dan tanggung jawab dalam meringankan duka warganya. (Had)


Komentar