|
Menu Close Menu

Kolaborasi Hotel dan KBS, Strategi Baru Dongkrak Wisata Kota Pahlawan

Jumat, 05 September 2025 | 21.47 WIB

Kegiatan Diskusi di Rumah Literasi Digital (RLD) di Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Kebun Binatang Surabaya (KBS), salah satu ikon wisata tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 1916, kini menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan perannya sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan pariwisata.


Di balik popularitasnya sebagai destinasi favorit keluarga dan pelajar, KBS tengah berjuang mengatasi sejumlah persoalan mendesak. Mulai dari overpopulasi satwa, keterbatasan fasilitas, hingga manajemen sumber daya manusia yang dinilai belum optimal.


KBS pernah tercatat sebagai kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara, dengan koleksi lebih dari 230 spesies satwa berbeda yang mencapai 2.179 ekor. Koleksi itu mencakup berbagai satwa langka, baik dari Indonesia maupun dunia, mulai dari mamalia, aves, reptil, hingga ikan.


Sebagai lembaga konservasi, keberadaan KBS memiliki arti strategis bagi lingkungan sekitar. Selain menjaga kelestarian satwa, KBS juga mendukung pengembangan sektor pariwisata Kota Surabaya.


Ketua Himpunan Humas Hotel (H3) Surabaya Raya, Kus Andi, menegaskan bahwa keberadaan KBS memberi manfaat ganda bagi perekonomian lokal. “Harapan kami adalah terciptanya kemudahan-kemudahan antara pelaku hotel dan pelaku wisata. Misalnya, melalui KBS, kami bisa melakukan kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujarnya dalam acara diskusi di Rumah Literasi Digital (RLD) di Surabaya, Jumat (5/9/2025).


Menurut Kus Andi, kolaborasi itu dapat berupa kebijakan khusus, seperti pemberian privilege atau harga spesial untuk tamu hotel yang ingin berkunjung ke KBS.


“Melalui sinergi ini, kita bisa melakukan branding bersama melalui media sosial. Kami akan mempromosikan wisata di Surabaya, termasuk KBS, dan sebaliknya. Dengan begitu, ekosistem pariwisata kota bisa semakin kuat dan saling mendukung,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar