|
Menu Close Menu

Program Makan Bergizi Gratis Rp 1,2 Triliun per Hari, Pemerintah Diminta Siapkan Terobosan Agar Pasokan Bahan Pangan Aman

Senin, 08 September 2025 | 22.09 WIB

H. Achmad Sudiyono, Owner SPPG Dapur MBG Bintoro Jember bersama Bersama Direktur Management Pemenuhan Resiko Gizi Rufriyanto Maulana Yusuf SIK, MM dalam acara Saat Klarifikasi percepatan pembangunan Dapur MBG di hotel Ria Gajayana Malang 5-9 September 2025.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jember– Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) akan menggelontorkan anggaran besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mulai Januari 2026, program makan bergizi gratis akan diberikan kepada 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan alokasi dana mencapai Rp 1,2 triliun per hari.

“Insyaallah tahun depan kita akan mulai dari Januari dengan 82,9 juta penerima manfaat, dan Badan Gizi Nasional akan spending Rp 1,2 triliun per hari,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (8/9/2025).


Program ini disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha di daerah. Owner Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Bintoro, Jember, H. Achmad Sudiyono menilai kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.


“Program ini akan mendongkrak ekonomi lokal karena bahan pangan tentu akan diserap dari petani, peternak, dan pelaku UMKM. Ini artinya uang akan berputar di daerah dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” ujar H. Achmad, yang juga menjabat Bupati LIRA Kabupaten Jember.


Namun, ia mengingatkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang sangat besar, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan stok pangan yang ada saat ini. Diperlukan terobosan dan kebijakan mikro yang berpihak pada pelaku usaha kecil.


“Kalau tidak disiapkan dari sekarang, pasokan pangan rumah tangga bisa terganggu, bahkan berpotensi terjadi kelangkaan. Pemerintah perlu memberikan bantuan yang murah, mudah, dan cepat, baik untuk peternak ayam, produsen telur, daging, tahu, tempe, sayuran, hingga industri olahan,” tegasnya.


Para ahli gizi juga menilai, keberhasilan program ini akan menekan angka stunting, meningkatkan imunitas anak, serta mengurangi beban kesehatan masyarakat di masa depan. Pemenuhan gizi yang baik terbukti meningkatkan kualitas SDM dan produktivitas tenaga kerja, yang secara jangka panjang memperkuat daya saing ekonomi nasional.


Selain itu, sinergi antara BGN dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan memastikan makanan yang disalurkan tidak hanya bergizi tetapi juga aman dan halal, memberikan ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat.


Dengan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun per hari, program makan bergizi gratis diharapkan bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi untuk menciptakan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif. (Had) 

Bagikan:

Komentar