![]() |
| Proses serah terima kepengurusan NU Care-LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Kepengurusan lama yang dipimpin Prof. Dr. Moh. Mukhrojin bersama Sekretaris Dr. Aris Nurullah, MH, dan Bendahara M. Rizzqi Aladib, SP, menyerahkan tongkat estafet kepada Abdullah Ishak yang kini dipercaya sebagai Ketua NU Care-LAZISNU Surabaya periode 2025–2030.
Acara berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha, menyampaikan terima kasih kepada kepengurusan lama atas dedikasi dan perjuangan mereka.
“Semoga hal-hal baik yang sudah dijalankan bisa diteruskan oleh kepengurusan baru,” ujar Cak Duki.
Wakil Ketua PCNU Surabaya, H. Syafiuddin, juga memberi apresiasi tinggi. Menurutnya, kepemimpinan Prof. Mukhrojin telah meninggalkan tradisi positif yang patut dipertahankan.
“Tradisi tertib laporan dan pengelolaan aset yang baik harus terus dijaga serta dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya,” ungkapnya.
Pesan penting juga datang dari Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Dzul Hilmi Ghozali. Ia menekankan pentingnya menjaga amanah sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki NU Care-LAZISNU di Surabaya.
“Hal yang sudah baik harus diteruskan, dan yang belum optimal tolong dioptimalkan,” tegas Kiai Dzul Hilmi.
Dalam sambutannya, Prof. Mukhrojin menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan seluruh pengurus dan masyarakat dalam memperkuat kiprah NU Care-LAZISNU Surabaya selama masa baktinya.
Sementara itu, Ketua baru Abdullah Ishak menegaskan komitmennya melanjutkan jejak baik kepemimpinan sebelumnya. Ia juga berjanji menghadirkan inovasi untuk memperluas manfaat filantropi NU bagi masyarakat.
“NU Care-LAZISNU Surabaya harus semakin kuat, amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” tegas Abdullah Ishak.
Dengan kepemimpinan baru ini, NU Care-LAZISNU Surabaya diharapkan mampu memperkuat kiprah sebagai lembaga filantropi Islam yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Had)


Komentar