![]() |
| Kegiatan yang dilaksanakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). (Dok/Istimewa). |
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, festival kali ini melibatkan lebih banyak talenta lokal. Direktur Tabun Edu Culture sekaligus penanggung jawab festival, Kiai Turmidzi Djaka, menyebut sekitar 70 warga Giligenting akan tampil memeriahkan acara.
“Kurang lebih ada 70 warga Pulau Giligenting yang akan tampil pada pagelaran Festival Pesisir #4,” ujar Kiai Turmidzi, Selasa (17/11/2025).
Menjelaskan tema Lengghi, Turmidzi menerangkan bahwa istilah tersebut diambil dari bagian depan perahu tradisional masyarakat setempat. Bagian lengghi dipercaya menjadi simbol keterbukaan dan keramahan masyarakat Giligenting dalam menyambut tamu.
“Lengghi ini adalah simbol budaya masyarakat Giligenting yang sangat terbuka kepada tamu,” jelasnya.
Sementara itu, Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, menegaskan bahwa Festival Pesisir merupakan bukti sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi di wilayah terdampak operasi migas. Festival ini dinilai berhasil menjadi sarana promosi potensi lokal sekaligus memperkuat hubungan sosial di wilayah pesisir.
“Setiap tahun gelaran ini dilakukan evaluasi dan perbaikan agar dampaknya semakin maksimal. Pelibatan masyarakat setempat menunjukkan keseriusan Festival Pesisir dalam mengangkat potensi lokal,” kata Hamim Tohari (17/11).
Hamim juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemkab Sumenep yang selalu memberikan dukungan penuh.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat, pegiat seni, dan khususnya Pemkab Sumenep yang selama ini mendukung penuh kegiatan Festival Pesisir,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia menilai Festival Pesisir sebagai momentum penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi Giligenting sebagai destinasi wisata yang potensial.
“Festival Pesisir adalah momentum tepat untuk memperkuat identitas daerah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami ingin event ini terus bertumbuh dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” tegas Bupati Fauzi.
Menurutnya, Giligenting memiliki daya tarik alam, budaya, serta kuliner yang mampu bersaing dengan destinasi lain di Indonesia. Pelibatan UMKM lokal turut ditekankan sebagai bagian penting dari perputaran ekonomi selama festival berlangsung.
Kepala SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, turut memberikan apresiasi atas inisiatif HCML dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui Festival Pesisir.
“SKK Migas sangat mengapresiasi langkah HCML untuk mendukung lestarinya budaya lokal yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dalam operasi hulu migas di Madura,” ujarnya.
Dengan pelibatan masyarakat lokal, dukungan pemerintah daerah, serta komitmen industri migas, Festival Pesisir #4 diharapkan tidak hanya menjadi ajang seni budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga Pulau Giligenting. Event ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan ruang pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. (Sid)


Komentar