|
Menu Close Menu

Ning Lia Soroti Maraknya Pencurian Kabel PJU di Surabaya dan Ungkap Keresahan Warga

Minggu, 30 November 2025 | 07.16 WIB

Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SurabayaSejumlah ruas jalan protokol di Kota Surabaya tampak gelap gulita dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi minim penerangan ini menimbulkan keresahan publik, terutama para pengendara dan pejalan kaki yang rutin melintas pada malam hari. Selain mengganggu kenyamanan, situasi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan hingga potensi tindak kriminal.


Penyebab padamnya Penerangan Jalan Umum (PJU) ternyata bukan karena kerusakan teknis semata. Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama, mengungkapkan bahwa maraknya pencurian kabel PJU menjadi faktor utama hilangnya penerangan di sejumlah titik strategis. Aksi kriminal ini dilakukan dengan pola terarah, salah satunya dengan mengambil kabel yang berada di dalam gorong-gorong.


“Pencurian kabel bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas. Penerangan jalan adalah hak dasar untuk menjamin keamanan aktivitas warga,” tegas Senator Jatim yang akrab disapa Ning Lia, Sabtu (29/11/2025). 


Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pencurian kabel terjadi di sedikitnya sembilan ruas jalan protokol, di antaranya Jalan Tunjungan sisi timur, Jalan Panglima Sudirman sisi barat, Frontage Timur Jalan A. Yani, Jalan Pemuda sisi selatan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Indrapura, dan Jalan Urip Sumoharjo.


Dalam rentang 12 Februari hingga 28 November 2025, tercatat 17 titik terdampak dengan total kabel yang hilang mencapai 2.640 meter. Aksi ini merusak 88 gawang PJU, menyebabkan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp250,8 juta.


Akibatnya, sejumlah jalur pusat kota terlihat gelap saat malam hari. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kejahatan jalanan seperti penjambretan dan begal yang memanfaatkan minimnya pencahayaan.



Pemerintah Kota Surabaya kini meningkatkan pengamanan aset dengan memperketat patroli sekaligus mempercepat perbaikan instalasi penerangan. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan kondisi jalan dan mengurangi risiko gangguan keamanan.


“Masyarakat diharapkan ikut mengawasi serta melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di area instalasi kabel. Fasilitas umum adalah milik bersama, sehingga perlu dijaga bersama,” ujar Ning Lia.


Warga berharap penerangan segera kembali normal agar aktivitas malam hari dapat berlangsung aman dan nyaman. Sementara itu, proses penyelidikan terhadap pelaku pencurian kabel terus didorong agar segera ditindak tegas. (Had) 

Bagikan:

Komentar