![]() |
| Ilustrasi anak tenggelam.(dok/Istimewa). |
Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga.
“Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Korban saat itu ditemukan dalam keadaan kritis,” jelasnya.
Peristiwa bermula ketika korban memancing bersama sepupunya yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Keduanya berada di area tambak tanpa pendampingan orang dewasa. Saat asyik memancing, sandal milik korban terlepas dan terbawa arus ke tengah tambak.
Seorang saksi bernama Amir mengaku sudah memperingatkan korban agar tidak mengejar sandal tersebut karena mengetahui kedalaman tambak cukup berbahaya.
“Saksi sempat melarang karena kondisi air dalam. Namun korban tetap mencoba mengambil sandal hingga tergelincir dan tenggelam,” terang AKP Eko.
Korban sempat ditolong warga yang mendengar teriakan minta bantuan. Setelah pencarian singkat, Dimas berhasil ditemukan, namun dalam kondisi lemah.
Melihat korban masih bernapas, petugas bersama warga segera mengevakuasinya menggunakan mobil patroli menuju RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Tim medis telah melakukan tindakan penyelamatan intensif, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka dengan pengawalan pihak kepolisian.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum. Sementara itu, Polres Sampang mengimbau masyarakat, terutama orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak di area rawan air.
“Kami turut berduka atas meninggalnya korban. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan saat anak bermain, terutama di lokasi berisiko,” tutur AKP Eko. (Fal/Had)


Komentar