|
Menu Close Menu

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Kamis, 20 November 2025 | 22.37 WIB

Kegiatan Penanaman Hexa Reef oleh PHE WMO di Pantai Pasir Putih Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Bangkalan - Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) kembali  memberdayakan warga pedesaan dengan melestarikan lingkungan pesisir, untuk mendongkrak sektor pariwisata di Pantai Pasir Putih Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025).


Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangkalan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Desa Tlangoh, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlangoh selaku mitra binaan PHE WMO.


Perusahaan yang bergerak di sektor hulu migas itu memprakarsai penanaman Hexa Reef,  hal itu merupakan buah dari studi yang dilakukan PHE WMO bersama Teknik Kelautan ITS Surabaya,  yaitu inovasi struktur buatan berbentuk heksagonal yang berguna untuk menahan laju abrasi.  Inovasi ini juga berperan dalam meningkatkan ekosistem laut, menyediakan habitat baru bagi biota pesisir, serta membuka peluang ekowisata bahari berbasis konservasi di kawasan Pantai Pasir Putih Tlangoh.


Sebelumnya, telah dipasang sebanyak 390 ton Hexa Reef di titik-titik strategis pantai putih Tlangoh. Di tahun 2025 ini kembali dilakukan penanaman sebanyak 120 ton ditanam sepanjang 4 kilometer untuk menahan abrasi pantai yang saat ini rata-rata 7 meter per-tahun.


Manager WMO Field, Nofrie Nianta Charitapermana mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).


"Penanaman hexa reef ini bukan hanya melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga membangun ekosistem laut yang lebih sehat dan produktif,” ungkapnya.


Pihaknya menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat pesisir di wilayah operasi. “Kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan," jelasnya.


Nofrie menambahkan, bahwa pengembangan Pantai Pasir Putih Tlangoh merupakan bagian dari komitmen PHE WMO dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, khususnya dalam mendukung penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, dan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs).


Lailatun N selaku Kepala Bagian Dinas di Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan mengapresiasi komitmen dan kontribusi PHE WMO di Pantai Pasir Putih, sehingga menjadi model pengembangan wisata berkelanjutan.


“Pantai Pasir Putih Tlangoh adalah salah satu destinasi unggulan di Bangkalan. Dukungan dari PHE WMO melalui program CSR-nya membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal sekaligus menjaga kelestarian alam pesisir,” tutur Laila.


Sementara itu, Kudrotul Hidayat, Kepala Desa Tlangoh, berharap kegiatan PHE WMO bisa meningkatkan kapasitas dan ekonomi warga. "Selain pantai terlindungi dari abrasi, masyarakat juga mendapatkan lapangan kerja baru melalui kegiatan pengembangan wisata," pungkasnya. (man)

Bagikan:

Komentar