![]() |
| Ra Ibong saat menerima penghargaan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif tahun 2025 dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) di Bangkalan.(Dok/Ali Masduki/FJN). |
Penyerahan penghargaan dipimpin langsung oleh Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, didampingi jajaran pengurus. Hujan yang mengetuk lembut atap rumah seakan menjadi musik pengiring, menambah kehangatan suasana penyerahan yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
Sebelum plakat diserahkan, sebuah diskusi santai tercipta antara Ra Ibong dan para jurnalis muda Nahdliyin. Bukan tentang hiruk-pikuk politik nasional, melainkan tentang masa depan, masa depan anak muda NU, para santri, dan generasi muda yang menjadi penjaga literasi serta informasi di tengah derasnya arus digital.
Dalam diskusi tersebut, Ra Ibong memberikan pesan kuat yang menggugah: anak muda harus terus menempuh pendidikan setinggi mungkin dan tidak takut pada keterbatasan biaya.
“Jangan sampai biaya menjadi alasan untuk berhenti belajar. Sekarang banyak beasiswa. Ada KIP, ada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Semua bisa diakses kalau kita niat,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025) malam.
Ia menjelaskan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pendidikan menjadi salah satu program prioritas negara. Karena itu, menurutnya, generasi muda NU harus memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat kapasitas dan peran mereka dalam masyarakat.
Ketika plakat akhirnya diberikan, Ra Ibong tampak menahan haru. Baginya, penghargaan dari FJN bukan semata tentang pengakuan, tetapi juga dorongan untuk terus mengabdi dan memberi inspirasi.
“Terima kasih kepada FJN. Ini bukan soal saya, tetapi soal bagaimana kita bersama-sama terus menginspirasi,” ungkapnya dengan penuh kerendahan hati.
Sementara itu, Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, menjelaskan bahwa penetapan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025 melalui proses penilaian panjang dan independen. Sejak berdiri pada 13 Mei 2020, FJN rutin memberikan apresiasi serupa, dan tahun ini memasuki tahun keenam penyelenggaraan. Sebanyak 16 tokoh menerima penghargaan pada momentum Hari Santri Nasional 2025.
“Apresiasi ini murni dari kawan-kawan FJN, diberikan kepada figur Nahdliyin yang rekam jejak dan karyanya mampu menginspirasi generasi muda,” ujar jurnalis yang akrab disapa Diday ini. “Mohon penghargaan ini diterima, Ra. Semoga terus menginspirasi,” tambahnya.
Malam itu, hujan belum juga reda. Namun di dalam rumah tersebut, suasana hangat mengalir bersama rasa syukur dan semangat baru. Sebuah penghargaan telah berpindah tangan, tetapi lebih dari itu, sebuah tekad kembali dinyalakan: bahwa inspirasi bukan hanya soal prestasi, melainkan tentang komitmen untuk terus memberi manfaat bagi banyak orang. (Had)


Komentar