![]() |
| Jiddan, Anggota MPR RI saat dalam acara SOSDAPIL MPR RI di Lamongan.(Dok/Istimewa). |
Di hadapan ratusan pemuda, mahasiswa, dan relawan, Thoriq—yang akrab disapa Jiddan—menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan di era modern semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Kondisi ini, menurutnya, menuntut generasi muda untuk memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.
“Pemuda adalah penentu masa depan Indonesia. Mereka harus menjadi perekat persatuan, bukan bagian dari konflik atau perpecahan,” tegas Jiddan.
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda sebagai Penjaga Persatuan dan Keutuhan NKRI” tersebut menjadi ruang dialog kebangsaan sekaligus penguatan nilai ideologi bangsa. Jiddan menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan kompas moral bagi generasi muda dalam menjaga arah perjalanan bangsa.
“Melalui pemahaman Empat Pilar, para pemuda memiliki fondasi nilai dan moral untuk menjaga negeri ini dari berbagai ancaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jiddan menyoroti ancaman terhadap keutuhan NKRI yang kini banyak bersifat non-fisik, seperti penyebaran hoaks, polarisasi politik, serta tumbuhnya sikap intoleransi di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya kecerdasan bermedia sosial agar pemuda tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
“Menjadi penjaga keutuhan NKRI di era digital berarti cerdas dalam bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, dan selalu mengedepankan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan di tengah perbedaan adalah kekuatan terbesar kita,” paparnya.
Menutup pemaparannya, Jiddan mengajak mahasiswa dan pemuda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar dalam tindakan nyata, mulai dari berpartisipasi aktif dalam pembangunan, menjaga persatuan, menjunjung tinggi toleransi, hingga menolak segala bentuk gerakan yang mengancam ideologi Pancasila. (Red)


Komentar