![]() |
| Hj. Dini Rahmania, Anggota MPR RI saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta. Selain pemaparan materi, forum juga diwarnai dialog interaktif yang membahas berbagai persoalan kebangsaan aktual, khususnya tantangan menjaga persatuan di tengah perkembangan teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Hj. Dini Rahmania menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persaudaraan, baik di lingkungan sosial maupun melalui ruang digital.
“Persatuan adalah modal utama bangsa ini. Jangan sampai kita mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar dan justru merusak hubungan persaudaraan,” tegas Dini Rahmania.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, media sosial memiliki dua sisi, bisa menjadi sarana edukasi dan silaturahmi, namun juga berpotensi memicu konflik apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.
“Bijaklah dalam bermedia sosial, jangan sampai media sosial membuat kita bermusuhan dan memecah belah. Saring sebelum sharing, dan pastikan informasi yang kita terima maupun sebarkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania menilai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan—yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi sangat relevan di tengah maraknya polarisasi sosial dan politik. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus ditanamkan agar masyarakat tetap memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga keutuhan bangsa.
Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam merawat moderasi beragama dan semangat kebangsaan. Dengan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan tokoh masyarakat, pesantren dinilai mampu menjadi benteng moral sekaligus pusat pembelajaran nilai persatuan.
“Pesantren sejak dulu berkontribusi besar bagi bangsa. Di sinilah nilai agama dan kebangsaan berjalan beriringan. Sinergi ini harus terus kita jaga dan kuatkan,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dini Rahmania berharap masyarakat Kabupaten Probolinggo semakin memahami pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. (Red)


Komentar