|
Menu Close Menu

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Dini Rahmania Singgung Peran Penting Orang Tua Bentuk Karakter Anak

Senin, 15 Desember 2025 | 12.43 WIB

Hj. Dini Rahmania, Anggota MPR RI saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Probolinggo — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hj. Dini Rahmania, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama para guru dan orang tua siswa di Pondok Pesantren HATI, Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui basis pendidikan dan keluarga.


Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari pendidik dan wali santri. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak paparan materi serta menyampaikan pandangan terkait tantangan pendidikan karakter di tengah perubahan sosial yang kian cepat.


Dalam pemaparannya, Hj. Dini Rahmania yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem menegaskan bahwa orang tua memegang peran strategis dalam menentukan arah tumbuh kembang anak, khususnya dalam pembentukan karakter, moral, dan sikap kebangsaan. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan, tetapi harus dimulai dan dikuatkan dari lingkungan keluarga.


“Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak. Nilai-nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, toleransi, gotong royong, dan sikap saling menghargai harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa,” ujar Dini Rahmania.


Ia menjelaskan, pemahaman Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk arus globalisasi, disrupsi digital, serta potensi degradasi nilai sosial dan kebangsaan.


Lebih lanjut, Dini menekankan bahwa pesantren memiliki peran historis dan strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Dengan basis nilai keagamaan yang kuat, pesantren dinilai mampu menjadi benteng moral sekaligus pusat pembelajaran kebangsaan yang moderat dan inklusif.


“Pesantren tidak hanya mencetak santri yang religius, tetapi juga warga negara yang berakhlak, cinta damai, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan pesantren inilah yang harus terus diperkuat,” katanya.


Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo sekaligus Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin, Dini Rahmania juga mengajak para orang tua untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Ia menilai, tantangan generasi saat ini bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga krisis keteladanan dan karakter.


“Anak-anak kita hidup di era yang sangat terbuka. Jika tidak dibekali nilai kebangsaan yang kuat, mereka mudah tergerus oleh paham-paham yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.


Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif para orang tua dan pendidik tentang pentingnya peran bersama dalam membangun generasi yang beriman, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan, sebagai fondasi menuju Indonesia yang kuat dan berkeadaban. (Red) 

Bagikan:

Komentar