![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima kunjungan komunitas Markas UKM Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur di Surabaya. (Dok/Istimewa). |
Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka bagi pelaku UMKM menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi. Salah satu isu utama adalah sulitnya mengakses pembiayaan formal meski usaha telah berjalan aktif dan produktif.
Keluhan pelaku usaha mencerminkan persoalan struktural yang belum sepenuhnya teratasi. Banyak UMKM tersendat karena catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau belum terhubung dengan skema pendanaan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Lia Istifhama menyatakan kesiapannya menjembatani aspirasi pelaku UMKM dengan instansi terkait. Ia menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor agar permasalahan tidak berhenti sebatas keluhan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Akses permodalan yang adil dan mudah harus menjadi perhatian bersama,” ujar Lia.
Menurutnya, diperlukan koordinasi yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur. Tujuannya agar lahir kebijakan yang lebih aplikatif dan berpihak pada pelaku usaha kecil.
Dalam audiensi tersebut, Lia Istifhama juga meninjau langsung produk-produk UMKM anggota Markas UKM. Beragam karya, mulai dari olahan pangan hingga produk kreatif, mendapat perhatian khusus.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Lia memberikan ulasan positif melalui Google Review. Langkah ini dilakukan untuk membantu promosi produk UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas.
Upaya tersebut disambut positif oleh para pelaku usaha. Mereka menilai dukungan sederhana namun nyata mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Audiensi diakhiri dengan kesepakatan penting. Lia Istifhama resmi bergabung sebagai Dewan Penasihat Markas UKM Jawa Timur.
Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menyebut banyak anggota komunitasnya memiliki usaha yang potensial, namun kerap menemui kendala saat mengakses pembiayaan.
Menurutnya, kehadiran figur nasional yang memiliki akses dan kapasitas komunikasi menjadi harapan baru bagi UMKM untuk naik kelas. Ia optimistis, dengan pendampingan yang tepat, UMKM Jawa Timur mampu tumbuh dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi. (Red)


Komentar