|
Menu Close Menu

Hari Pers Nasional 2026, Ali Hasan Mun’im: Pers Sehat Fondasi Demokrasi dan Ekonomi Bangsa

Senin, 09 Februari 2026 | 12.33 WIB

Ali Hasan Mun'im. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso — Tenaga Ahli DPR RI, Ali Hasan Mun’im, menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Menurut pria yang akrab disapa Ali Hasan, pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi pilar utama demokrasi. Keberadaan pers yang sehat dinilai menjadi penentu kualitas ruang publik dan arah kebijakan nasional.


“Pers yang profesional dan berintegritas akan melahirkan masyarakat yang cerdas secara informasi. Dari situ, demokrasi bisa tumbuh secara sehat,” ujar Ali Hasan, Senin (9/2/2026).


Ia menilai tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Menurutnya, arus informasi yang kredibel berkontribusi langsung terhadap stabilitas sosial dan iklim ekonomi.


Ali Hasan yang juga menjabat Ketua BPP HIPKA serta Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia menekankan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


“Ekonomi yang kuat membutuhkan kepastian informasi. Pers yang sehat mampu menjadi jembatan antara kebijakan negara dan pemahaman masyarakat,” jelasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya independensi dan profesionalisme jurnalis di tengah derasnya disrupsi digital. Menurutnya, pers yang berpihak pada fakta akan menjadi penyeimbang di tengah banjir informasi yang tidak selalu akurat.


Peringatan HPN yang jatuh setiap 9 Februari, kata Ali Hasan, harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Momentum ini perlu dijadikan refleksi bersama untuk memperkuat etika jurnalistik dan keberpihakan pada kepentingan publik.


Pada HPN 2026, Provinsi Banten ditunjuk sebagai tuan rumah dengan berbagai agenda nasional. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang konsolidasi insan pers sekaligus wadah dialog kebangsaan yang inklusif.


Ali Hasan berharap kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat. Sinergi tersebut diyakini mampu mendorong pers Indonesia menjadi kekuatan moral dan intelektual bangsa.


“Pers yang sehat akan menjaga demokrasi tetap hidup dan ekonomi tetap bergerak. Di sanalah pers berperan sebagai fondasi bangsa yang kuat,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar