![]() |
| Proses Pengukuhan Pengurus Program Unggulan PD IPARI Sumenep di Graha Wiyata MAN Sumenep. (Dok/Istimewa. |
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Graha Wiyata MAN Sumenep dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor.
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep beserta jajaran pejabat, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Dinas Kesehatan, Pengadilan Agama, Dinas Sosial P3A, Dinas Kominfo, LPP RRI Sumenep, akademisi, organisasi masyarakat, hingga para penyuluh agama se-Kabupaten Sumenep.
Ketua PD IPARI Sumenep menegaskan bahwa peluncuran program ini bukan sekadar seremoni.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya langkah konkret menghadirkan penyuluh agama yang lebih responsif, humanis, dan kolaboratif.
Ia menyebut tantangan masyarakat saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga dakwah di era digital.
Karena itu, IPARI berupaya menghadirkan program yang relevan dan solutif.
“Program unggulan ini lahir dari proses panjang, mulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat, diskusi, hingga penguatan kapasitas melalui Bimtek dan workshop. Tujuannya menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Program pertama yang diluncurkan adalah Bidang Be-Smart (Jadilah Sehat Mental Atine Ridha dan Tentrem).
Program ini berfokus pada penguatan kesehatan mental berbasis nilai spiritual keagamaan.
Kegiatannya meliputi layanan bimbingan rohani pasien (BIMROH), sosialisasi kesehatan mental, bina mental calon pengantin dan pasangan suami istri (BINTIN), serta bina mental masyarakat (BINMAS).
IPARI juga membuka ruang kolaborasi dengan Puskesmas, rumah sakit, dan instansi terkait.
Program kedua adalah Asmara Baiti Jannati (ASBAJAN) yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga.
Melalui program ini, IPARI menghadirkan berbagai layanan pendampingan keluarga.
Layanan tersebut meliputi LATANSA (Layanan Ta’aruf Nikah Sesuai Syariat), BINRUS (Pembinaan Remaja Usia Sekolah), PENTIN (Pembinaan Calon Pengantin), BISTRI (Bina Pasutri), KOLEGA (Konseling Keluarga), MEGA (Mediasi Keluarga), hingga PELINDUNG (Program Anti KDRT dan Perundungan).
Sementara itu, program ketiga bertajuk Suluh Sahabat mengusung dakwah digital melalui Podcast “Ngopi Religi”.
Program ini menjadi ruang dialog santai berbasis kearifan lokal Madura dengan tagline “Ngopi Religi: Ngobrol Penuh Inspirasi, Kaya Arti.”
Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa launching harus diiringi komitmen nyata.
Ia mengibaratkannya seperti prinsip iman yang dimulai dari niat, diucapkan, lalu dibuktikan dengan tindakan.
“Launching harus diawali ketulusan niat, diumumkan kepada publik, dan yang paling penting adalah komitmen untuk melaksanakannya,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh pihak memberikan dukungan maksimal terhadap program unggulan IPARI.
Menurutnya, program tersebut bukan untuk kepentingan organisasi semata, melainkan untuk kemaslahatan masyarakat luas.
Melalui launching dan dialog kerjasama ini, IPARI Sumenep membuka ruang sinergi seluas-luasnya dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan keagamaan yang adaptif, solutif, dan berdampak nyata.
Dengan langkah ini, IPARI Sumenep menegaskan komitmennya menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat madani yang sehat jiwanya, kuat keluarganya, dan tercerahkan nilai-nilai kehidupannya. (Yud)


Komentar