![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Pasar Murah di Masjid At Taqwa Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. (Dok/Istimewa). |
Sejak siang hari, masyarakat memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar tradisional. Program ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi selama bulan suci.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut hadir menyapa warga. Politisi yang akrab disapa Ning Lia itu mengapresiasi konsistensi Pemprov Jatim dalam menghadirkan intervensi harga secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, langkah yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa mencerminkan kehadiran pemerintah yang responsif terhadap kebutuhan rakyat, khususnya pada momentum Ramadan.
“Pasar murah ini bukan hanya membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang luas. Ada aktivitas bazar yang melibatkan pelaku usaha, sehingga tercipta multiplier effect sekaligus keberkahan Ramadan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada kelompok rentan. Sebanyak 90 sak beras masing-masing 5 kilogram diberikan kepada para lanjut usia, serta 50 paket telur disalurkan bagi anak-anak dan ibu hamil. Bantuan ini melengkapi skema stabilisasi harga yang tengah dijalankan.
Adapun sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram. MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga tersedia dengan harga terjangkau. Bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan daging ayam ras Rp30.000 per kemasan. Sementara itu, cabai rawit merah dibanderol Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
Ning Lia berharap, intervensi harga yang konsisten selama Ramadan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah. Ia menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi lintas sektor, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun pelaku usaha.
Dengan kombinasi pasar murah dan bantuan sosial, Pemprov Jatim diharapkan tidak hanya menghadirkan solusi jangka pendek, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat Jawa Timur di tengah dinamika kebutuhan selama Ramadan. (Red)


Komentar