![]() |
| Pengurus BPC HIPMI Kabupaten Lumajang . (Dok/Istimewa). |
Ketua Umum BPC HIPMI Lumajang, Dika, menilai Jawa Timur memiliki seluruh prasyarat untuk menyelenggarakan agenda nasional yang akan mempertemukan ribuan pengusaha muda dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Kami di Lumajang solid mendukung BPD HIPMI Jawa Timur. Ini bukan sekadar tentang lokasi acara, tetapi momentum untuk menunjukkan bahwa Jawa Timur adalah barometer pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pusat kolaborasi pengusaha muda yang inklusif,” ujar Dika dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Menurut Dika, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor utama yang menguatkan pencalonan tersebut. Fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) bertaraf internasional yang tersebar di Surabaya dan sekitarnya dinilai memadai untuk mengakomodasi skala kegiatan nasional.
Selain itu, konektivitas transportasi darat, laut, dan udara di Jawa Timur dinilai sangat terintegrasi, sehingga memudahkan mobilitas peserta dari 38 provinsi.
Ia juga menyoroti kontribusi Jawa Timur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang konsisten signifikan. Hal ini, menurutnya, menjadi simbol kebangkitan ekonomi daerah yang dapat menginspirasi para pengusaha muda di seluruh Indonesia.
Pihaknya meyakini penyelenggaraan Munas di Jawa Timur akan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk bagi daerah penyangga seperti Lumajang.
Kehadiran ribuan delegasi diperkirakan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor perhotelan, pariwisata, hingga pelaku UMKM lokal.
“Jika Munas sukses digelar di Jatim, sorotan nasional akan tertuju ke sini. Ini peluang besar bagi daerah seperti Lumajang untuk memperkenalkan potensi investasi dan produk unggulan kepada jejaring pengusaha nasional,” tambah Dika.
Dika menegaskan, BPC HIPMI Lumajang pun menyatakan siap mengawal proses pencalonan hingga tahap penentuan di tingkat pusat, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh BPC se-Jawa Timur guna memastikan kesiapan daerah.
Sebagai organisasi independen dan non-partisan yang berdiri sejak 10 Juni 1972, HIPMI memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional. Munas XVIII 2026 diharapkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus akselerasi kolaborasi ekonomi generasi muda Indonesia. (Red)


Komentar