![]() |
| Kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bertajuk “Budaya Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular” di Tulungagung. (Dok/Istimewa). |
Penegasan itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bertajuk “Budaya Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular” di Tulungagung, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komisi IX DPR RI, Kementerian Kesehatan, dan Poltekkes Kemenkes Malang. Agenda tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.
Nurhadi menekankan bahwa penguatan aspek promotif dan preventif menjadi kunci efektivitas sistem pelayanan kesehatan nasional. Menurutnya, kebiasaan melakukan cek kesehatan secara rutin akan berdampak signifikan terhadap efisiensi anggaran negara.
“Langkah pencegahan ini jauh lebih efisien. APBN tidak hanya terserap untuk membiayai pengobatan masyarakat yang sudah sakit, tetapi bisa dialihkan ke program-program produktif lainnya,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, melalui CKG masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan informasi medis yang akurat, warga dapat segera melakukan perubahan gaya hidup sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
“Jika tekanan darah atau kadar gula tinggi terdeteksi lebih awal, tentu dokter akan memberikan saran untuk memperbaiki pola makan dan pola hidup. Itu jauh lebih baik daripada menunggu sampai sakit,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Partai NasDem Tulungagung, Panhis Yodhy Wirawan, mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung program nasional tersebut.
Menurutnya, kesehatan merupakan aset utama yang harus dijaga melalui deteksi dini yang mudah dan terjangkau.
“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan pelayanan deteksi dini tanpa terbebani biaya,” katanya.
Ia juga mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan di Puskesmas terdekat. Apabila terdapat kendala administratif maupun teknis, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
“Masyarakat harus paham bahwa CKG ini gratis. Jika ada kesulitan akses di Puskesmas, koordinasi bisa dilakukan dengan Dinas Kesehatan. Harapannya, masyarakat Tulungagung menjadi lebih sehat dan produktif,” pungkasnya.
Melalui penguatan budaya cek kesehatan gratis, DPR RI berharap angka penyakit tidak menular dapat ditekan secara bertahap, sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan adalah investasi kesehatan jangka panjang. (Had)


Komentar