![]() |
| Peneliti Humanis Strategic, Lilies Pratiwining Setyarini. (Dok/Istimewa). |
Peneliti Humanis Strategic, Lilies Pratiwining Setyarini, menyebut E-Voting bukan sekadar inovasi teknis, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal. Menurutnya, pengalaman sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Magetan yang telah menerapkan E-Voting pada 2019 dan 2023 menjadi bukti bahwa sistem ini dapat berjalan efektif.
“E-Voting pilkades merupakan inovasi demokrasi lokal yang mampu meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, serta partisipasi masyarakat, baik di wilayah urban seperti Sidoarjo maupun daerah yang lebih terpencil,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Alumnus pascasarjana Universitas Airlangga tersebut menekankan bahwa keberhasilan E-Voting tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh integritas sistem pemilihan. Ia mengingatkan adanya potensi risiko, seperti kecurangan digital, termasuk peretasan dan manipulasi data, yang harus diantisipasi sejak awal.
Karena itu, Lilies menilai pemerintah perlu memperkuat kapasitas kelembagaan penyelenggara Pilkades, terutama dalam aspek pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas. Tanpa fondasi institusi yang kuat, penerapan E-Voting justru berpotensi menimbulkan keraguan publik terhadap legitimasi hasil pemilihan.
“Kepercayaan publik adalah kunci. Sosialisasi yang masif dan edukasi kepada masyarakat harus dilakukan agar sistem ini benar-benar dipahami dan diterima,” tegas mantan Komisioner Bawaslu Surabaya tersebut.
Sementara itu, Konsultan IT dari Bentang Inspirasi Teknologi, Aganda Armen, menilai E-Voting memiliki sejumlah keunggulan yang relevan dengan kondisi saat ini. Selain mampu menekan biaya pelaksanaan Pilkades di tengah efisiensi anggaran, sistem ini juga dinilai ramah bagi berbagai kalangan usia.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan E-Voting pada Pilkades 2025 di Kabupaten Indramayu dan Karawang, yang berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Dengan pengalaman tersebut, saya melihat Pilkades serentak di Sidoarjo menjadi momentum yang tepat untuk mengimplementasikan E-Voting secara lebih luas,” ujarnya.
Penerapan E-Voting di Sidoarjo diharapkan tidak hanya menjadi terobosan teknologi, tetapi juga tonggak penguatan demokrasi desa yang lebih modern, transparan, dan inklusif. Dengan kesiapan sistem dan dukungan masyarakat, digitalisasi Pilkades diyakini mampu menghadirkan proses pemilihan yang lebih efektif sekaligus berintegritas. (Red)


Komentar