|
Menu Close Menu

Dihadiri Sejumlah Tokoh, Pantun Anggota DPD RI Lia Istifhama Semarakkan Nostalgia Reuni Akbar Mafash UINSA

Sabtu, 11 April 2026 | 16.01 WIB

Ning Lia Istifhama dalam acara Reuni UINSA di Surabaya. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Sport Centre Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menjadi saksi hangatnya kebersamaan dalam Reuni Akbar Mafash Fakultas Syariah dan Hukum, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dengan menghadirkan alumni lintas generasi dalam suasana penuh keakraban dan nostalgia.


Sejumlah tokoh turut hadir memeriahkan acara, di antaranya Ida Fauziah dan Lia Istifhama. Selain itu, hadir pula para akademisi dan tokoh alumni seperti Suqiyah Musyafaah, Salam Nawawi, Faisol Munif, Muhkarom, Khubby Ali Rohmad, Mohersyad, Ilfi Nur Diana, Nurul Maulidiyah, Ummu Laila, hingga Khoirul Huda.


Dalam sambutannya, Lia Istifhama yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Reuni Akbar Mafash 2025, mengajak seluruh alumni mengenang perjalanan masa kuliah yang sarat makna. Ia menyebut alumni dari angkatan 1971 hingga 2010 memiliki ikatan emosional yang kuat dengan almamater.


“Di bawah rindangnya pepohonan kampus dan lorong-lorong yang penuh kenangan, suasana reuni terasa emosional. Para alumni seolah kembali ke masa lalu, mengenang perjalanan akademik yang membentuk jati diri mereka hari ini,” ujar Lia.


Suasana semakin hidup ketika Lia menyelipkan sejumlah pantun dalam sambutannya. Gaya komunikasinya yang hangat dan ringan berhasil mengundang tawa serta tepuk tangan para peserta.


“Bang rojali pergi ke Eropa beli bakwan, 

Senang sekali berjumpa Ibu Ida yang cantik rupawan,” ucapnya, disambut riuh hadirin.

Pantun-pantun berikutnya tak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan tentang ketulusan dan kebersamaan.

“Makan pindang dibungkus daun pepaya,

Meski hanya memandang hatiku sudah bahagia.”

“Beli gula di Kota Surabaya,

Biar aku yang mengalah asal kau bahagia.”

“Nasi bungkus aromanya bisa bikin gagal fokus,

Cari yang tulus jangan cuma lihat fulus.”

Menutup sambutannya, Lia kembali menyampaikan pantun penuh harapan.

“Ikan patin ikan betutu,

Tetap telaten, insyaallah bahagia selalu.”


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Mafash, Khubby Ali Rohmad, menyampaikan bahwa reuni akbar ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi berkelanjutan demi kemajuan almamater.


Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSA, Suqiyah Musyafaah, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat jejaring alumni. Ia juga menegaskan komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas akademik, termasuk capaian akreditasi unggul dan rencana pengembangan program studi baru seperti Ilmu Falak.


Di sisi lain, Ketua Ikatan Alumni UINSA, Ida Fauziah, menyebut reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan juga ruang konsolidasi intelektual dan emosional antaralumni.


“Kita memiliki alumni dengan peran masing-masing. Melalui forum seperti ini, kita bisa saling menguatkan dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi almamater,” ujarnya.


Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, Reuni Akbar Mafash UINSA diharapkan menjadi momentum mempererat jejaring alumni sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan kampus ke depan. (Red) 

Bagikan:

Komentar