![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama bersama Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai.(Dok/Istimewa). |
Melalui sinergi antara DPD RI dan Dindik Jatim, Educampus Expo 2026 diharapkan mampu menjadi ruang produktif bagi generasi muda sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur.
Educampus Expo 2026 dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan di Jawa Timur, terutama di tengah tantangan era digital. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh informasi pendidikan yang lebih merata dan mampu menentukan pilihan studi secara lebih terarah.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama mengatakan, expo ini sebagai bukti konkret keseriusan daerah dalam membangun akses pendidikan yang inklusif. Menurutnya, Jawa Timur termasuk provinsi yang memiliki perhatian besar terhadap keberlangsungan kampus swasta.
“Ini bukti bahwa Jawa Timur serius membangun akses pendidikan. Tidak hanya kampus negeri, tetapi juga memberikan perhatian pada kampus swasta agar lebih berkeadilan,” tegasnya saat kunjungan ke Dindik di Surabaya, Kamis (2/4/2026).
Ning Lia menambahkan, berbagai program dukungan seperti beasiswa turut membantu mahasiswa di perguruan tinggi swasta, khususnya dari kalangan kurang mampu.
“Sejauh ini, belum banyak provinsi yang memiliki perhatian sebesar Jawa Timur terhadap kampus swasta. Program beasiswa yang menjangkau kampus swasta benar-benar sangat membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kampus swasta merupakan bagian dari upaya menciptakan pemerataan akses pendidikan, bukan mengesampingkan perguruan tinggi negeri.
“Jawa Timur bisa jadi merupakan salah satu provinsi yang paling peduli terhadap kampus swasta. Program beasiswa LPPDP masih berjalan dan menjangkau perguruan tinggi swasta yang memang membutuhkan dukungan. Ini fakta yang menunjukkan komitmen nyata daerah,” imbuhnya.
Selain membuka akses pendidikan, Educampus Expo 2026 juga dinilai sebagai solusi untuk mendorong siswa lebih produktif di tengah isu pembatasan penggunaan gadget. Kegiatan ini menghadirkan ruang bagi pelajar untuk terlibat dalam aktivitas edukatif, eksploratif, dan kreatif.
“Event seperti ini bisa menjadi ruang bagi siswa untuk berkreasi, tampil, dan mengembangkan potensi diri secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa expo ini penting untuk memberikan gambaran komprehensif tentang dunia pendidikan tinggi.
“Educampus Expo memberikan manfaat besar bagi siswa SMA sederajat. Mereka bisa berinteraksi langsung dengan perguruan tinggi dan mendapatkan gambaran nyata tentang pilihan studi lanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum expo ini semakin relevan pasca pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 31 Maret lalu. Siswa yang belum mendapatkan pilihan kampus dapat memanfaatkan ajang ini untuk mencari referensi, termasuk mengenal lebih dekat kampus swasta yang terus berkembang. (Red)


Komentar