|
Menu Close Menu

Cak Ji Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat, Pemkot Surabaya Intensifkan Pemeriksaan Jelang Iduladha

Jumat, 22 Mei 2026 | 18.33 WIB

Plh Wali Kota Surabaya, Armuji.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pengawasan kesehatan hewan kurban di Kota Surabaya diperketat. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji meminta pemeriksaan hewan kurban dilakukan lebih selektif menyusul temuan satu hewan yang terindikasi penyakit skabies di salah satu lapak penjualan.


Pria yang akrab disapa Cak Ji itu menegaskan seluruh hewan kurban yang masuk dan diperjualbelikan di Surabaya harus dipastikan dalam kondisi sehat sebelum sampai ke masyarakat.


“Ya, itu harus selektif. Jadi hewan kurban yang masuk Surabaya, yang berjualan di pinggir-pinggir jalan, itu harus dites dulu. Kalau enggak, nanti bahaya karena itu akan dikonsumsi orang banyak,” kata Armuji saat ditemui di sela kegiatan reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno dari Fraksi PDI Perjuangan, Kamis (21/5/2026).


Menurut Cak Ji, pengawasan tidak cukup dilakukan secara parsial, tetapi harus menyeluruh dengan melibatkan petugas kesehatan hewan dan dinas terkait agar keamanan pangan masyarakat tetap terjaga.


Ia meminta seluruh lapak penjualan hewan kurban di Kota Pahlawan diperiksa secara berkala untuk memastikan hewan yang dijual benar-benar layak dan aman.


“Seluruh lapak yang ada di Surabaya itu harus diperiksa. Petugas kesehatan harus turun. Kalau ada penyakit seperti itu kan membahayakan warga yang mengonsumsinya,” ujarnya.


Ketua DPC PDIP Surabaya itu juga mendorong peningkatan intensitas pemeriksaan menjelang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan perlu diberikan tanda khusus sebagai bentuk jaminan keamanan bagi masyarakat.


“Makin diintensifkan sebelum hari H penyembelihan. Nanti mana yang lolos dan sehat harus dikasih stempel,” tegasnya.


Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menemukan satu hewan kurban yang terindikasi skabies saat melakukan pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban.


Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan hewan tersebut langsung ditangani dan dipisahkan untuk mencegah potensi risiko terhadap hewan lain maupun masyarakat.


“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” kata Nanik.


Pemantauan kesehatan hewan kurban sendiri telah dimulai sejak 18 Mei 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 26 Mei 2026.


Hingga hari ketiga pelaksanaan pengawasan, tim gabungan yang diterjunkan di 31 kecamatan Surabaya telah melakukan pemeriksaan terhadap 61 lapak penjualan hewan kurban.


Langkah pengawasan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan pelaksanaan Iduladha berjalan aman, sehat, dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban. (Red) 

Bagikan:

Komentar