Hal itu disampaikan Emil saat membuka kegiatan Build with AI Surabaya 2026 yang digelar Google Developer Group Surabaya di Auditorium Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), Jumat (22/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, mantan Bupati Trenggalek ini mengapresiasi antusiasme ratusan developer dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Jawa Timur yang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai, forum komunitas teknologi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan menjawab tantangan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.
Menurut Emil, laju perkembangan teknologi digital saat ini bahkan melampaui kecepatan pembaruan kurikulum di dunia pendidikan. Karena itu, pembelajaran berbasis komunitas dinilai menjadi solusi efektif agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
“Perkembangan teknologi digital saat ini lebih cepat dibandingkan dengan pembaruan kurikulum di kampus. Jadi satu-satunya cara masyarakat bisa catch up dengan teknologi adalah lewat community learning atau pembelajaran berbasis komunitas seperti ini,” ujar Emil.
Ia menegaskan, pendekatan pembelajaran berbasis komunitas tidak hanya membantu mempersempit kesenjangan teknologi, tetapi juga memperkuat lahirnya sumber daya manusia digital yang lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif.
Emil juga menyoroti semakin besarnya peluang pengembangan teknologi melalui cloud computing serta berbagai platform digital baru yang kini membuka ruang inovasi lebih luas dibanding sebelumnya.
Pada kesempatan itu, ia turut memberikan apresiasi kepada ISTTS yang dinilai konsisten menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya komunitas developer di Jawa Timur.
“Dibilang besar tidak kecil juga tidak. Yang paling penting adalah besar dampaknya bagi masyarakat. Komunitas seperti ini harus terus berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Emil menilai tantangan terbesar dalam pengembangan AI saat ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana kecerdasan buatan mampu mendorong produktivitas dan menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian.
Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, Jawa Timur dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan inovasi berbasis AI yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Saat ini yang paling penting adalah siapa yang paling bisa memanfaatkan AI,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini.
Di akhir sambutannya, Emil mengajak seluruh developer yang hadir untuk terus memperkuat komunikasi, jejaring, dan kolaborasi antarkomunitas. Menurutnya, konektivitas menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun ekosistem teknologi yang berkelanjutan.
Ia bahkan menyebut ISTTS sebagai salah satu titik tumbuh penting bagi lahirnya inovasi teknologi di Jawa Timur.
“Tempat ini (ISTTS) bisa diibaratkan cikal bakal atau Silicon Valley-nya Jawa Timur. Karena sudah masuk tahun kelima, saya selalu bertemu dengan community developer dari seluruh Jawa Timur. The future ya ada di sini,” pungkas suami Arumi Bachsin ini. (Red)


Komentar