|
Menu Close Menu

KONI Jatim Tancap Gas Menuju PON 2028, Gubernur Khofifah Minta Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas

Kamis, 25 Juni 2026 | 10.53 WIB

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi oleh Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil saat membuka Rakerprov KONI Jatim di Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memantapkan langkah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jatim yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Rabu (24/6).


Rakerprov diikuti 77 pengurus cabang olahraga (cabor) dan 38 KONI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Selain mengevaluasi program kerja tahun 2025, forum tersebut juga membahas arah kebijakan serta strategi pembinaan olahraga prestasi untuk tahun 2026 dan persiapan menuju PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.


Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan bahwa seluruh elemen olahraga di Jawa Timur harus mulai menyatukan fokus untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik sejak dini. Menurutnya, pencapaian prestasi di ajang nasional tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.


“Konsentrasi kami adalah meraih prestasi yang lebih baik pada PON 2028. Karena itu, seluruh cabang olahraga harus mulai mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya dari sekarang,” ujar Nabil.


Atlet Jatim Terus Ukir Prestasi


Dalam kesempatan tersebut, Nabil juga memaparkan capaian membanggakan atlet-atlet Jawa Timur sepanjang tahun 2025. Atlet asal Jatim tercatat menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia dalam sejumlah kejuaraan internasional. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menorehkan prestasi sebagai juara dunia di cabang olahraga masing-masing.


Di level nasional, kontingen Jawa Timur juga berhasil menempati peringkat ketiga pada ajang PON Beladiri, berada di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat.


Menurut Nabil, hasil tersebut menunjukkan efektivitas sistem pembinaan olahraga yang selama ini dijalankan KONI Jatim. Dari sisi jumlah peserta, Jawa Timur hanya mengirimkan 79 atlet, namun mampu mencatat tingkat kemenangan yang sangat tinggi.


“Secara persentase keterwakilan, kami hanya mengirim 79 atlet. Namun tingkat efektivitas perolehan kemenangan mencapai lebih dari 78 persen,” katanya.


Meski mencatat hasil positif, KONI Jatim memilih tidak cepat berpuas diri. Sejumlah agenda besar telah menanti, mulai PON Beladiri 2026, PON Pantai 2026, hingga Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 yang menjadi tahapan penting menuju PON 2028.


Khofifah Dorong Regenerasi Atlet Berkelanjutan


Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang berhasil diraih KONI Jatim bersama cabang olahraga dan KONI daerah selama ini. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan penguatan regenerasi atlet melalui pembinaan usia dini.


Menurut Khofifah, sejumlah cabang olahraga dalam ajang PON kini menerapkan batasan usia tertentu sehingga proses pencarian bakat dan pembinaan harus dilakukan lebih awal agar tidak kehilangan potensi atlet masa depan.


“Pencarian bakat sejak usia dini menjadi catatan penting. Pendampingan atlet muda juga harus dilakukan lebih masif agar prestasi olahraga Jawa Timur tetap terjaga,” ujarnya.


Khofifah juga menilai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang digelar setiap dua tahun sekali memiliki peran strategis sebagai sarana menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah di Jawa Timur.


Ia berharap Rakerprov KONI Jatim mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi berbagai agenda olahraga, mulai Porprov, PON, hingga Olimpiade.


KONI Pusat Minta Pembinaan Atlet Muda Diperkuat


Senada dengan Khofifah, Wakil Ketua KONI Pusat Suwarno menekankan pentingnya pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi keberhasilan olahraga prestasi di masa depan.


Ia meminta KONI daerah menyesuaikan pola pembinaan dengan ketentuan usia yang berlaku di masing-masing cabang olahraga agar proses regenerasi berjalan lebih efektif dan terarah.


“Ada sejumlah data dan rekomendasi dari KONI Pusat yang perlu menjadi fokus pembinaan. Terutama terkait penjaringan dan pengembangan atlet usia dini agar dilakukan lebih awal dan terarah,” katanya.


Dengan dukungan pembinaan yang semakin terstruktur, prestasi yang terus meningkat, serta sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan cabang olahraga, Jawa Timur optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional sekaligus meraih hasil yang lebih gemilang pada PON 2028 mendatang. (Had) 

Bagikan:

Komentar