|
Menu Close Menu

Polisi Selidiki Tawuran Kalijudan, Bakesbangpol Minta Ormas dan Perguruan Silat Ikut Jaga Kondusivitas

Kamis, 18 Juni 2026 | 05.56 WIB

Ilustrasi tawuran.(Dok/AI). 
Lensajatim.id, Surabaya- Insiden tawuran yang diduga melibatkan oknum anggota perguruan silat di kawasan Jalan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu dini hari (17/6/2026), menjadi sorotan publik. Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga tengah beristirahat itu memicu keresahan dan memunculkan tuntutan agar aparat bertindak tegas terhadap pelaku yang mengganggu ketertiban umum.


Suara teriakan dan keributan yang pecah di tengah malam membuat banyak warga terbangun. Sejumlah video dan informasi terkait insiden tersebut pun beredar luas di media sosial, memancing berbagai reaksi dari masyarakat.


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menegaskan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok perguruan silat maupun organisasi kemasyarakatan, wajib ikut menjaga kondusivitas Kota Pahlawan.


"Semua harus sama-sama menjaga kondusivitas. Masyarakat yang melewati wilayah orang lain juga harus menjaga sopan santun. Warga juga harus bisa menjaga diri sehingga tidak terjadi hal-hal seperti kemarin," ujar Tundjung.


Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya secara bertahap terus melakukan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di lingkungan pemerintah daerah. Pembinaan tersebut dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur.


"Ormas yang terdaftar korespondensi di Pemerintah Kota tentu akan mendapatkan pembinaan secara bertahap. Biasanya kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya.


Tundjung juga mengingatkan bahwa setiap organisasi yang beraktivitas di Surabaya seharusnya memiliki administrasi dan legalitas yang jelas. Namun terkait dugaan pelanggaran hukum dalam insiden Kalijudan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.


"Kalau terkait pidana tentu aparat keamanan yang akan memproses. Sanksinya tergantung pelanggaran yang dilakukan. Nanti dilihat tingkat pelanggarannya," tegasnya saat ditanya kemungkinan sanksi terhadap organisasi yang anggotanya terlibat kerusuhan.


Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto membenarkan adanya insiden tawuran yang terjadi di kawasan Kalijudan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.


"Saat ini tim penyidik sudah melakukan penyelidikan mendalam di TKP dan kami juga sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap beberapa orang," kata AKBP Edy Herwiyanto.


Polisi juga telah mengidentifikasi adanya korban luka akibat bentrokan tersebut. Namun jumlah korban masih terus didalami.


"Nanti akan kami lihat lagi dari hasil pendalaman, apakah ada korban lain atau tidak dalam insiden ini. Tentunya dengan waktu yang cepat akan segera kita ungkap siapa saja pelakunya. Hukum akan kami tegakkan secara tegas," tandasnya.


Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan yang kerap muncul menjelang maupun saat peringatan Bulan Suro. Publik berharap tradisi budaya dan kegiatan komunitas dapat berlangsung secara damai tanpa diwarnai aksi kekerasan yang merugikan warga. (Red) 

Bagikan:

Komentar