|
Menu Close Menu

UMM Luncurkan Empat Portal Media Digital, Praktikum Jurnalistik Hadirkan Karya Nyata untuk Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18.55 WIB

 

Kegiatan pameran produk dan talk show bertajuk "Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern" di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang– Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang berdampak melalui peluncuran empat portal media digital hasil Praktikum Jurnalistik 3 Program Studi Ilmu Komunikasi. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pameran produk dan talk show bertajuk "Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern" itu digelar di Malang Creative Center (MCC), Jumat (26/6).


Peluncuran media praktikum tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti pada pemenuhan tuntutan akademik. Sebaliknya, mahasiswa didorong menghasilkan karya yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyajian informasi yang relevan dan berkualitas.


Empat portal media digital yang diluncurkan menghadirkan ragam konten sesuai kebutuhan publik, mulai dari isu lingkungan, kesehatan, gaya hidup, hingga kuliner. Kehadiran media-media tersebut sekaligus menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu jurnalistik dan media digital yang dipelajari selama perkuliahan.


Peluncuran media dihadiri Pembimbing Praktikum Dr. Nurudin, S.Sos., M.Si., Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM Novin Farid, S.Sos., M.Si., Sekretaris Prodi Aditya Dwi Putra, M.Med.Kom., serta dosen praktisi sekaligus jurnalis senior Dr. Drs. Mohammad Solikin, M.Si.


Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In'am, Ph.D., menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran di UMM mengacu pada penerapan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan tersebut selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktissintek), yakni memastikan setiap mata kuliah menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata.


"Praktikum beserta hasilnya berupa pameran ini merupakan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi memastikan mahasiswa memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang siap diterapkan di dunia profesional," ujar guru besar Ilmu Pendidikan Matematika tersebut.


Menurut Prof. Akhsanul, karya mahasiswa yang dipublikasikan kepada masyarakat menjadi indikator bahwa proses pembelajaran telah menghasilkan dampak nyata. Kampus, lanjutnya, tidak lagi sekadar menjadi "menara gading" pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan hadir memberikan solusi melalui inovasi dan karya mahasiswa.


Pameran tersebut merupakan luaran wajib dari mata kuliah Optimalisasi Digital Media. Selama satu semester, mahasiswa dibekali berbagai kompetensi digital, mulai dari pengukuran popularitas konten, Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Key Performance Indicator (KPI), algoritma media digital, hingga strategi desain optimasi media jurnalistik digital.


Berbagai kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung melalui pembangunan media digital yang siap dipublikasikan kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar memproduksi berita, tetapi juga memahami strategi agar media mampu menjangkau audiens secara luas sekaligus memberikan pengaruh positif.


Empat media praktikum yang diluncurkan yakni Natera, Soravista, Zhelty, dan ClickBites. Seusai prosesi launching, masing-masing pimpinan redaksi memaparkan latar belakang lahirnya media beserta strategi pengembangannya sesuai isu yang diangkat.


Natera berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Soravista hadir sebagai ruang yang menawarkan gaya hidup lebih seimbang bagi mahasiswa di tengah padatnya aktivitas digital. Sementara Zhelty mengusung misi meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di tengah maraknya fenomena fear of missing out (FOMO) terhadap informasi medis. Adapun ClickBites mengangkat tema kuliner dengan sasaran utama Generasi Z yang memiliki minat tinggi terhadap tren makanan dan pengalaman kuliner.


Ketua Pelaksana kegiatan, Difi Arya, mengatakan media hasil praktikum diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, kreatif, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


"Karena buat apa mata kuliah jika tidak ada dampaknya? Pameran ini menjadi salah satu ikhtiar agar kampus semakin dikenal masyarakat, tetapi yang lebih penting adalah karya mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi publik," ujarnya.


Rangkaian kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan tari dari siswa SMP PGRI 43 Malang serta pemberian penghargaan kepada para pimpinan redaksi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membangun media praktikum.


Melalui kegiatan ini, UMM menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu melahirkan inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas. Praktikum menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan pengalaman nyata, menghasilkan karya yang dapat diakses masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai institusi yang menghadirkan solusi dan manfaat.


Semangat tersebut menjadi wujud nyata esensi Kampus Berdampak, yakni pembelajaran yang melahirkan karya, karya yang menjawab kebutuhan masyarakat, serta lulusan yang siap berkontribusi di dunia profesional maupun kehidupan sosial. (Den) 

Bagikan:

Komentar