![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.(Dok/Istimewa) |
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai festival tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mengembangkan potensi pariwisata daerah.
"Agenda ini menjadi wadah konkret untuk menjaga alam sekaligus mengerek daya tarik wisata di sepanjang kawasan pantai utara," ujar Ning Lia usai kegiatan.
Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai berhasil membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban, Kelompok Tani Hutan (KTH), serta masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Ini wujud kolaborasi yang sangat apik. Kehadiran Ibu Gubernur, Kaka Slank, jajaran pemerintah daerah, hingga masyarakat membuktikan bahwa pelestarian alam membutuhkan kerja bersama. Festival ini tidak sebatas seremoni, melainkan media edukasi agar kepedulian publik terhadap lingkungan kian menguat," jelasnya.
Ning Lia menegaskan, keberadaan hutan mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Menurutnya, langkah pelestarian pesisir yang dilakukan di Tuban layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tuban memiliki potensi maritim yang besar dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 65 kilometer. Ekosistem mangrove yang terjaga, lanjutnya, berfungsi sebagai benteng perlindungan ekologi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
"Menanam mangrove itu sama artinya dengan menanam masa depan ekonomi masyarakat. Apa yang kita tanam hari ini menjadi penyangga lingkungan yang sehat dan membuka peluang pariwisata pesisir yang ramah lingkungan," paparnya.
Srikandi DPD RI tersebut juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Tuban yang dinilai konsisten merawat kawasan mangrove. Ia berharap pengelolaan wilayah pesisir terus mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan serta mampu menekan alih fungsi lahan yang berpotensi merusak ekosistem.
Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove itu juga diwarnai kegiatan penanaman bibit mangrove secara massal. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, musisi Kaka Slank, jajaran Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Tuban, serta berbagai elemen masyarakat. (Red)


Komentar