|
Menu Close Menu

Hari Keempat Pencarian, Nelayan Asal Sampang Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 09.25 WIB

Petugas melakukan evakuasi terhadap nelayan asal Sampang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pamekasan– Upaya pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR Gabungan terhadap korban kecelakaan laut (laka laut) akhirnya membuahkan hasil. Pada hari keempat pencarian, jenazah korban berinisial R (27), nelayan asal Dusun Buk Batang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (17/7/2026) pagi.


Kapolres Pamekasan melalui Kasihumas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., membenarkan penemuan sekaligus evakuasi jenazah korban.


"Benar, hari ini memasuki hari keempat pencarian, personel gabungan dari Satpolairud Polres Pamekasan, Pos KAMLADU TNI-AL Pasongsongan, BASARNAS Kalianget, BPBD Pamekasan, serta dibantu masyarakat nelayan setempat telah berhasil mengevakuasi korban laka laut atas nama Saudara R," ujar IPDA Yoni Evan Pratama dalam keterangan resminya, Jumat (17/7).


Berdasarkan laporan yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut bermula pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga Anak Buah Kapal (ABK) lainnya tengah mencari kepiting menggunakan Kapal Motor (KM) Terang Bulan (GT 04) di perairan Desa Batu Kerbuy, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.


Ketika sedang menurunkan alat tangkap bubu kepiting, korban diduga tergelincir hingga terjatuh ke laut dan dinyatakan hilang. Sejak saat itu, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian secara intensif.


Jenazah korban akhirnya ditemukan pada Jumat pagi. Sekitar pukul 07.15 WIB, dua nelayan yang baru pulang melaut, yakni Kadir (35) dan Syaiful (40), melihat sesosok mayat mengapung dalam posisi terlentang di perairan Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, sekitar 3–5 mil dari bibir pantai.


Saat ditemukan, jenazah mengenakan jaket berwarna oranye dan celana panjang hitam dengan kondisi tubuh mulai membengkak. Kedua nelayan kemudian mengevakuasi jenazah ke kapal mereka dan segera menghubungi Petugas SAR Gabungan.


Lima menit kemudian, tepat pukul 07.20 WIB, Tim SAR Gabungan bergerak menuju pesisir Pantai Desa Tamberu Barat untuk menyambut kapal nelayan yang membawa jenazah korban.


Sekitar pukul 10.00 WIB, kapal yang mengangkut jenazah bersandar di pesisir pantai. Petugas bersama masyarakat langsung mengevakuasi korban ke rumah duka. Selanjutnya, pada pukul 10.15 WIB, jenazah tiba di rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.


IPDA Yoni Evan Pratama menjelaskan, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah kedinasan atau kecelakaan kerja dan secara resmi menolak dilakukan Visum et Repertum (VER). Jenazah kemudian diserahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk proses pemulasaran dan pemakaman.


Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan Satpolairud Polres Pamekasan, Pos KAMLADU TNI-AL Pasongsongan, BASARNAS Kalianget, BPBD Pamekasan, serta masyarakat nelayan setempat resmi dihentikan.


"Kami dari Polres Pamekasan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat, baik TNI-AL, BASARNAS, BPBD, maupun solidaritas para nelayan setempat, sehingga proses evakuasi berjalan lancar dan kondusif. Karena korban sudah ditemukan, maka kegiatan SAR ini resmi dinyatakan selesai dan ditutup," tutup IPDA Yoni Evan Pratama. (Red) 

Bagikan:

Komentar