![]() |
| Kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan dengan CV Ayunda Permata Sejahtera. (Dok/Istimewa). |
Kerja sama yang diinisiasi kedua belah pihak itu difokuskan pada Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan di bidang pertanian hortikultura. Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi langkah baru dalam mengembangkan kawasan Lapas Kelas IIA Pamekasan sebagai pusat pelatihan agrobisnis yang produktif dan berorientasi pada pemberdayaan.
Melalui program ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan praktis, baik soft skill maupun hard skill, yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi modal saat kembali ke masyarakat.
Bidang hortikultura dipilih karena dinilai memiliki prospek pasar yang luas, perputaran modal yang relatif cepat, serta teknik budidaya yang mudah diterapkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaannya.
Pihak Lapas Kelas IIA Pamekasan menjelaskan, kolaborasi dengan sektor swasta seperti CV Ayunda Permata Sejahtera menjadi kunci agar program pembinaan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan akan mendapatkan pelatihan secara intensif, mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga proses panen dan manajemen pascapanen sesuai standar pasar.
Sementara itu, Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto, menyambut positif kolaborasi yang mengedepankan nilai kemanusiaan sekaligus memiliki prospek ekonomi tersebut.
Sebagai mitra, pihaknya tidak hanya menyediakan tenaga instruktur dan pendampingan teknis selama proses pelatihan, tetapi juga siap membantu membuka akses pasar bagi produk hortikultura yang dihasilkan warga binaan Lapas Kelas IIA Pamekasan.
Dengan adanya kepastian akses pemasaran, program pembinaan diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan dan mandiri. Hasil panen nantinya juga akan memberikan manfaat langsung bagi warga binaan melalui premi atau upah yang ditabungkan, sekaligus berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
H. Bambang Budianto juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan akan merealisasikan pendirian pabrik kecap di lingkungan lapas sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian.
Program pembinaan berbasis hortikultura ini diharapkan mampu mengubah stigma masyarakat terhadap mantan warga binaan. Setelah menyelesaikan masa hukumannya, mereka diharapkan hadir sebagai pribadi yang memiliki keterampilan, daya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan serta ketahanan pangan daerah.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung khidmat tersebut menjadi awal dari komitmen jangka panjang antara Lapas Kelas IIA Pamekasan dan CV Ayunda Permata Sejahtera. Kedua belah pihak optimistis, dari balik dinding pemasyarakatan akan lahir sumber daya manusia yang terampil, termasuk petani-petani hortikultura modern yang siap berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)


Komentar