![]() |
| Hugo Gomes dos Santos Silva.(Dok/Istimewa). |
Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, menegaskan bahwa keputusan memulangkan Jaja bukan sekadar memenuhi kerinduan suporter atau bernostalgia. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen klub untuk menjaga daya saing dan mempertahankan standar tinggi di level sepak bola nasional.
"Bagi kami dan seluruh pendukung setia di Madura, Jaja bukan sekadar pemain hebat, tetapi sudah menjadi bagian dari jiwa tim ini. Kualitas, visi bermain, serta dedikasinya di lapangan adalah sesuatu yang selalu kita rindukan," ujar Annisa Zhafarina.
Ia mengatakan, manajemen memahami besarnya harapan para pendukung Madura United yang ingin kembali menyaksikan aksi sang jenderal lapangan tengah di Stadion Gelora Bangkalan maupun Stadion Gelora Ratu Pamelingan.
Annisa menegaskan, proses reuni dengan Hugo Gomes memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar mengulang kenangan bersama pemain yang pernah menjadi andalan tim.
"Proses re-union ini bukan sekadar tentang bernostalgia, melainkan tentang komitmen kami untuk terus menjaga standar tinggi dan ambisi klub di kompetisi. Kehadirannya kembali diharapkan bisa memberikan dampak instan, memimpin lini tengah, serta menularkan mentalitas pemenang kepada seluruh skuad," tambahnya.
Kehadiran pemain kreatif berusia 29 tahun tersebut diharapkan mampu memberikan pengaruh langsung terhadap performa tim. Pengalaman serta kemampuannya mengatur ritme permainan diyakini akan menjadi kekuatan penting bagi lini tengah Laskar Sape Kerrab dalam menghadapi persaingan musim ini.
Di akhir pernyataannya, Annisa menyampaikan sambutan hangat atas kepulangan Hugo Gomes dan berharap kebersamaan yang kembali terjalin mampu menghadirkan prestasi bagi Madura United.
"Selamat datang kembali di rumah, Hugo Gomes. Mari kita ukir cerita indah dan perjuangan baru bersama-sama," pungkasnya. (Red)


Komentar