![]() |
| Kegiatan Milad ke-2 LDRA di Gedung Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga, Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. KH. Ali Azis, M.Ag., hadir sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para dai untuk selalu menata hati dan menjaga keikhlasan dalam menjalankan amanah dakwah.
Menurutnya, keikhlasan merupakan fondasi utama agar pesan keagamaan tidak hanya terdengar baik, tetapi juga mampu menyentuh hati serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Prof. Ali Azis juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam berdakwah. Ia menilai, tantangan sosial yang semakin kompleks tidak bisa dihadapi seorang dai secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
"Seorang dai harus sabar, peka terhadap fenomena sosial, serta mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat," pesannya.
Pada kesempatan itu, Prof. Ali Azis sekaligus memperkenalkan tagline "Ingat Khatib, Ingat LDRA."
Tagline tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi LDRA sebagai lembaga yang menyediakan sekaligus membina para khatib dan dai yang memiliki kompetensi keagamaan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial.
Sementara itu, Pembina Utama LDRA, KH. Syafii Idris, berharap dukungan berkelanjutan dari para takmir masjid di Surabaya dan sekitarnya agar anggota LDRA memiliki ruang yang lebih luas untuk berdakwah dan mengisi jadwal khutbah di berbagai masjid.
Menurutnya, anggota LDRA merupakan alumni pondok pesantren di dalam maupun luar negeri dengan latar belakang pendidikan keislaman yang beragam dan memiliki potensi besar dalam memberikan pelayanan dakwah kepada masyarakat.
"Kami mengharapkan para takmir masjid terus memberikan dukungan dan semangat kepada LDRA. Dengan demikian, para anggota LDRA dapat berkontribusi dengan mengisi khutbah dan kegiatan dakwah di masjid-masjid Surabaya," kata KH. Syafii Idris.
Puncak peringatan Milad ke-2 LDRA ditandai dengan peluncuran buku berjudul "Strategi Memakmurkan Masjid: Optimalisasi 5 Pilar Berbasis Pancasila." Buku tersebut merupakan karya Ketua Umum LDRA, Prof. Dr. KH. Moh. Mukhrojin, M.Si.
Prof. Mukhrojin yang juga Pengasuh Pesantren Bismar Al Mustaqim menjelaskan, pada Milad pertama LDRA pihaknya menerbitkan buku tentang retorika dakwah bagi pemula sebagai pedoman internal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para dai.
Pada Milad ke-2, LDRA memperluas fokus melalui buku yang mengangkat strategi memakmurkan masjid agar fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah salat, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan umat.
"Masjid tidak hanya berfungsi sebagai Baitullah, tetapi juga harus dikembangkan menjadi Baitul Quran, Baitut Tarbiyah, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah," ujar Prof. Mukhrojin.
Konsep tersebut menempatkan masjid sebagai pusat pembelajaran Al-Qur'an, pendidikan umat, pengelolaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta ruang interaksi sosial dan muamalah.
Dengan demikian, masjid diharapkan mampu hadir sebagai pusat pelayanan umat yang menjawab kebutuhan spiritual, pendidikan, sosial, hingga ekonomi masyarakat.
Menurut Prof. Mukhrojin, optimalisasi lima pilar tersebut harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar dakwah yang dikembangkan bersifat moderat, inklusif, ramah, serta mampu memperkuat persatuan bangsa.
Kemeriahan Milad ke-2 LDRA juga diwarnai dengan pembagian sejumlah buku kepada jamaah dan pengurus LDRA. Prof. Ali Azis membagikan buku karyanya berjudul "Dakwah Ramah Indonesia: Pedoman Pegiat dan Penceramah Agama" kepada jamaah yang aktif bertanya dalam sesi diskusi, serta kepada para pengurus dan anggota LDRA.
Pembagian buku tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para dai dalam mengembangkan pola dakwah yang santun, ramah, dan relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Melalui Milad ke-2 ini, LDRA menegaskan komitmennya untuk terus membina para dai, memperkuat jaringan dengan takmir masjid, serta menghadirkan dakwah yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat.
Selain itu, LDRA juga terus mendorong masjid menjadi pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Caption: Lembaga Dakwah Rahmatan Lil Alamin (LDRA) menggelar peringatan Milad ke-2 di Gedung Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga, Surabaya, Sabtu (18/7/2026). Acara diisi peluncuran buku, penguatan sinergi dakwah, serta pengenalan tagline "Ingat Khatib, Ingat LDRA". Foto: Dok. LDRA. (Red)


Komentar