|
Menu Close Menu

Dari Mahasiswa hingga Masyarakat, Asrama Bersholawat di UTM Dipadati Ratusan Jamaah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00.32 WIB

 

Ratusan jamaah tampak khidmat mengikuti majelis "Asrama Bersholawat" di UTM.(Dok/Istimewa). 
LensaJatim.id, Bangkalan– Asrama Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar Asrama Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi antara penghuni asrama, pengelola, pengurus, dan masyarakat.


Kegiatan yang mengusung tema “Cinta Rosul Menjadi Arah, Langkah Menjadi Penuh Rahmah” tersebut diikuti sekitar 650 peserta. Mereka terdiri dari pengelola, pengurus, penghuni asrama, serta masyarakat umum.


Ketua Umum Putri Asrama UTM, Zaitullah, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, serta mempererat silaturahmi.


“Kegiatan ini untuk memperingati Maulid Nabi, menumbuhkan cinta Rasul, dan mempererat silaturahmi,” ujar Zaitullah, Jumat (28/8/2026).


Menurut Zaitullah, persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih 25 hari. Selama proses persiapan, pengurus dan pihak yang terlibat bekerja sama untuk menyiapkan seluruh rangkaian acara.


Tema yang diangkat memiliki makna bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan, setiap langkah diharapkan dapat membawa kebaikan dan kasih sayang.


“Cinta kepada Rasul menjadi pedoman dalam setiap langkah agar membawa kebaikan dan kasih sayang,” jelasnya.


Rangkaian Asrama Bersholawat meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, laporan ketua pelaksana, sambutan-sambutan, mauidhoh hasanah, pembacaan sholawat dan Mahallul Qiyam, hingga penutup.


Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan KH. Ainul Yaqin Abdul Ghoni untuk memberikan mauidhoh hasanah. Menurut Zaitullah, pemilihan tersebut karena beliau memiliki kapasitas dalam menyampaikan keteladanan serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.


Kegiatan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum. Selain penghuni asrama dan pengelola, masyarakat turut hadir mengikuti rangkaian Asrama Bersholawat.


Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai sekitar 650 orang. Zaitullah menyebut kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara penghuni asrama, pengelola, pengurus, dan masyarakat.


“Cinta Rasul tidak hanya melalui sholawat, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan menerapkannya dalam kehidupan,” tuturnya.


Sementara itu, Fitri Camelia, salah satu peserta Asrama Bersholawat, mengaku bahagia dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama warga asrama. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.


“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia bisa menyambut bulan Maulid bersama warga asrama. Apalagi kegiatan ini memang sudah menjadi kegiatan tahunan di asrama. Menurut saya, kegiatan seperti ini bisa meningkatkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Camelia.


Menurut camelia, kegiatan Maulid juga memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Selain dapat berkumpul bersama teman-teman, peserta memperoleh ilmu melalui mauidhoh hasanah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


“Manfaatnya banyak. Selain bisa berkumpul dan merasa bahagia bersama teman-teman, kita juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari Kiai Khoir. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus istiqomah dan dilanjutkan setiap tahunnya,” tuturnya.


Camelia menilai kegiatan Maulid penting untuk terus dilaksanakan, terutama bagi mahasiswa di tengah banyaknya kegiatan dan hiburan yang menarik perhatian anak muda. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menambah pengetahuan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.


Ia juga berharap kegiatan seperti Asrama Bersholawat dapat terus dijaga dan dilestarikan karena tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi mahasiswa.


Zaitullah berharap kegiatan tersebut dapat membuat kecintaan mahasiswa kepada Rasulullah SAW semakin kuat. Ia juga berharap kebersamaan antar penghuni asrama, pengelola, pengurus, dan masyarakat semakin erat serta kegiatan keagamaan di lingkungan asrama dapat terus aktif dan berkelanjutan. (Tik) 

Bagikan:

Komentar