|
Menu Close Menu

Hadiri Penutupan Muktamar ke-35, Presiden Prabowo Terima Kartanu Berlaku Seumur Hidup

Senin, 31 Agustus 2026 | 20.52 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto saat menerima Kartanu dalam acara penutupan Muktamar ke-35 di Jombang.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jombang – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) yang diserahkan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.


Presiden menyebut penerimaan Kartanu sebagai sebuah kehormatan sekaligus bentuk pemenuhan janji kepada NU.


“Saya terkesan, saya memenuhi janji saya, karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang, saya datang karena janji, janji harus dipegang,” ucap Presiden.


Prabowo juga mengapresiasi Kartanu yang diterimanya dengan status sebagai anggota seumur hidup.


Menurutnya, penerimaan sebagai anggota NU menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Jadi hari ini saya katakan saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama, terima kasih. Berarti Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong kita akan bekerja keras semuanya, di semua bidang,” katanya.


Ia menegaskan, kekayaan Indonesia harus dikelola agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh rakyat.


“Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita,” tambahnya.


Menurut Presiden, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, NU memiliki kepentingan besar dalam memastikan warga dan umat memperoleh kehidupan yang layak.


Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar standar kehidupan negara maju. Pemerintah juga harus memastikan setiap rakyat memiliki kehidupan yang layak.


“Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, sehingga rakyat kalau perlu dia bisa dapat pinjeman lunak dari kekuatan kita sendiri,” ujar Presiden.


Dengan skema tersebut, Prabowo berharap masyarakat tidak lagi bergantung pada tengkulak maupun pihak lain untuk mendapatkan akses pembiayaan.


“Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapapun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat,” tambahnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar