![]() |
| Ketua PB Muaythai, LaNyalla Mahmud Mattalitti hadir di tengah - atlet Muaythai Jatim didampingi Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil dan Ketua Muaythai Jatim, Baso Juherman. (Dok/Istimewa). |
Ketua Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur, Baso Juherman, mengatakan 87 atlet tersebut akan bertanding pada kategori elite, remaja, dan youth. Jumlah tersebut menjadi bukti pembinaan atlet di kabupaten/kota berjalan dengan baik.
Menurut Baso, keikutsertaan atlet dalam Kejurnas bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Seluruh atlet Puslatda maupun atlet usia muda dari daerah diberi kesempatan bertanding untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.
Selain itu, keikutsertaan di Kejurnas juga berkaitan dengan persyaratan bagi atlet yang akan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
“Jadi, kami memberikan stimulus kepada kabupaten/kota bahwa memang ada prasyarat untuk menuju Porprov. Porprov itu mereka harus mengikuti liga tiga kali dalam satu tahun, tapi untuk mengikuti kejurnas ini mereka terhitung sudah tiga kali ikut liga. Sehingga itu yang mendorong kabupaten/kota mengirimkan atletnya di Kejurnas,” kata Baso.
Ia menegaskan fokus utama Jawa Timur pada Kejurnas kali ini adalah kategori elite dan U-23. Kedua kategori tersebut diproyeksikan menjadi kekuatan utama menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON tahun depan.
“Kami banyak fokusnya di sektor Elite dan U-23. Insya Allah kami akan mengejar untuk juara umum di kategori tersebut karena nomor tersebut yang akan dipersiapkan untuk PON. Kalau untuk yang Youth, memang ada beberapa kabupaten/kota yang mengirimkan, tapi lebih kepada pembinaan,” ujarnya.
Baso optimistis Muaythai Jawa Timur mampu mencatatkan prestasi lebih baik karena para atlet yang diberangkatkan memiliki rekam jejak prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menyambut positif besarnya jumlah atlet yang diberangkatkan ke Kejurnas. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga regenerasi atlet Muaythai Jawa Timur.
Melihat capaian para atlet pada berbagai ajang sebelumnya, Nabil optimistis kontingen Jawa Timur mampu bersaing memperebutkan gelar juara umum.
“Insya Allah (juara umum). Saya alat ukurnya begini saja, waktu PON di Aceh sudah ada tuh teman-teman yang punya rekor bagus prestasinya. Mudah-mudahan bisa meraih prestasi yang lebih baik,” ujarnya.
Keikutsertaan 87 atlet pada Indonesia Muaythai Championship 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet andal yang siap mengharumkan nama Jawa Timur di BK PON hingga PON mendatang. (Red)


Komentar