|
Menu Close Menu

Musdalub Partai Demokrat Jatim, Emil Dardak Jadi Calon Tunggal Ketua

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16.52 WIB

Kegiatan Musdalub Partai Demokrat Jawa Timur di Novotel, Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Musyawarah Daerah (Musda) VII melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat Jawa Timur resmi berakhir, Sabtu (29/8/2026). Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendapat dukungan penuh dari 40 pemegang hak suara untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031.


Dukungan penuh tersebut membuat Emil menjadi calon tunggal dan diusulkan secara aklamasi kepada DPP Partai Demokrat untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur.


Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Musda tidak boleh sekadar menjadi agenda administratif untuk memilih ketua baru. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum konsolidasi guna memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang.


“Musda ini jangan hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang. Tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali,” kata Herman, di Novotel Surabaya. 


Musda VII Demokrat Jatim mengusung tema konsolidasi partai, yakni merapatkan barisan, membangun kekuatan, dan merebut kemenangan. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengikuti jalannya kegiatan secara daring melalui Zoom.


Herman menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis bagi Partai Demokrat. Jatim merupakan provinsi dengan jumlah pemilih Demokrat terbesar kedua setelah Jawa Barat.


Ia mengingatkan bahwa Demokrat pernah meraih 27 kursi DPR RI dan 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut masih terbuka untuk kembali diraih melalui konsolidasi organisasi yang kuat.


“Ini adalah sebuah prestasi yang apakah bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi, baik yang hari ini dilaksanakan di tingkat DPD maupun ke depannya untuk pelaksanaan musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.


Emil Jadi Calon Tunggal


Dalam Musdalub kali ini, Emil menjadi satu-satunya kandidat Ketua DPD Demokrat Jatim. Dukungan diberikan seluruh pemilik hak suara yang terdiri atas ketua DPC, gabungan organisasi sayap (orsap), dan unsur DPP Partai Demokrat.


“Calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara,” ungkap Herman.


Herman juga memastikan DPP Demokrat tidak menggunakan diskresi ketua umum dalam proses pemilihan Ketua DPD Demokrat Jatim. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bukti bahwa Demokrat memberikan ruang demokrasi yang luas kepada kader di daerah.


“Sampai hari ini pelaksanaan Musda ke-18 kami tidak menggunakan diskresinya ketua umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” jelasnya.


Sementara itu, Emil Elestianto Dardak menyatakan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Jawa Timur. 


Usai mendapat dukungan penuh dalam Musda, Emil menyebut proses berikutnya adalah pembentukan tim formatur. Formatur terdiri atas unsur DPP, DPD demisioner, serta perwakilan DPC.


Karena Partai Demokrat Jatim memiliki lebih dari 10 DPC, jumlah anggota formatur ditetapkan sebanyak tujuh orang. Penetapan anggota formatur nantinya menjadi kewenangan BPOKK DPP Partai Demokrat.


“Ketua apabila nanti ditetapkan akan menjadi ketua formatur, tetapi penetapan anggota formaturnya oleh BPOKK-DPP,” ujar Emil.


Hasil Musda VII Demokrat Jatim juga langsung dikirimkan kepada DPP pada hari yang sama. Selanjutnya, proses penetapan ketua akan mengikuti mekanisme internal partai.


Emil berharap seluruh rangkaian proses tersebut dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.


“Ditargetkan tahun ini bisa lebih ringkas dan lebih cepat,” ujarnya.


Buka Ruang bagi Semua Generasi


Dalam kepengurusan mendatang, Emil juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada kader dari berbagai generasi. Menurutnya, tidak ada batasan usia bagi kader yang memiliki loyalitas, semangat, dan kapasitas untuk menduduki posisi strategis di partai.


“Kita tidak ingin terlalu membeda-bedakan untuk generasi. Tetapi hari ini dapat saya katakan bahwa kader-kader kita ini mewakili berbagai generasi,” imbuhnya.


Emil mencontohkan komposisi Fraksi Demokrat di DPRD Jawa Timur. Dari 11 anggota DPRD Jatim dari Demokrat, delapan di antaranya merupakan anggota baru.


Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya regenerasi di tubuh partai tanpa mengesampingkan pengalaman kader senior.


“Jadi, tidak akan pernah ada kata terlalu muda untuk seorang kader mendapat tempat strategis di Partai Demokrat,” tegasnya. 


Bidik Kursi DPR RI di Semua Dapil Jatim


Untuk Pemilu mendatang, Emil memasang target besar. Ia ingin Partai Demokrat memiliki keterwakilan di DPR RI dari seluruh daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur.


“Kita ingin setiap penjuru Jawa Timur itu terwakili di Senayan,” ungkapnya.


Emil mengatakan, target tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan janji politik. Kinerja kader yang saat ini menduduki jabatan legislatif maupun eksekutif harus menjadi bukti kepada masyarakat.


Menurutnya, kader Demokrat yang telah memperoleh amanah di DPRD harus mampu menunjukkan kerja nyata sehingga masyarakat semakin mengenal dan mempercayai Partai Demokrat.


“Kita berikhtiar, tetapi tetap menjaga kebersamaan dengan seluruh elemen warna partai yang ada di Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar