|
Menu Close Menu

Pantai Goa Petapa, Wisata Pantai Dekat Surabaya yang Dikembangkan Secara Mandiri

Senin, 31 Agustus 2026 | 15.23 WIB

Suasana dan panorama alam di Pantai Goa Petapa Sukolilo, Labang, Bangkalan.(Dok/Rifka). 
Lensajatim.id, Bangkalan— Pantai Goa Petapa di Kampung Kejawan, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang, Bangkalan, menjadi salah satu pilihan wisata pantai yang dikembangkan secara mandiri oleh keluarga sejak 2020.

Pengelola Pantai Goa Petapa, Faiz, 26, mengatakan wisata tersebut berawal dari potensi pantai yang berada di sekitar tempat tinggal keluarganya. Sejak dibuka, pengelolaan dilakukan secara mandiri menggunakan dana keluarga.


“Memang keluarga kita menemukan potensi di sini untuk dijadikan wisata pantai. Karena rumahnya juga ada di pinggir pantai, jadi kami membuka tempat wisata ini,” kata Faiz, Minggu (30/08/2026).


Salah satu daya tarik Pantai Goa Petapa adalah lokasinya yang relatif dekat dari Surabaya. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan Suramadu dan suasana pantai dengan pasir serta karang di sekitarnya.


Pantai Goa Petapa menyediakan fasilitas berupa gazebo, tempat duduk santai, area bermain anak, dan ayunan. Pengunjung juga dapat berkemah tanpa tiket khusus, dengan hanya membayar biaya parkir.


Harga masuk untuk pejalan kaki Rp1.000. Pengunjung dengan sepeda motor dikenai Rp5.000, sedangkan mobil Rp10.000 ditambah Rp1.000 per orang.


Jumlah pengunjung tidak menentu. Pada hari biasa, pengelola dapat menerima sekitar 10 sepeda motor, sedangkan jumlahnya meningkat saat akhir pekan dan hari raya. Pengunjung juga datang dari luar Bangkalan, seperti Surabaya dan Sidoarjo.


Salah seorang pengunjung, Asroful Anam, 23, warga Blega, mengaku mengetahui Pantai Goa Petapa melalui TikTok. Ia menilai pemandangan pantai menjadi salah satu daya tarik utama. Menurutnya, kondisi pantai cukup bersih dan harga tiket sesuai dengan fasilitas yang tersedia.


“Tempat wisatanya bagus, pemandangannya juga bagus. Dari sini kita bisa melihat Suramadu,” ujar Asroful.


Keberadaan Pantai Goa Petapa juga membuka peluang bagi warga sekitar untuk memperoleh tambahan penghasilan. Aisyah, 50, warga Kampung Kejawan, berjualan sosis, martabak, dan gorengan ketika ada kegiatan atau saat jumlah pengunjung ramai, terutama pada Minggu.


“Ya menambah, alhamdulillah,” kata Aisyah.


Menurut Faiz, dampak ekonomi juga dirasakan dari aktivitas warga yang memanfaatkan ramainya pengunjung. Selain berjualan, warga sekitar turut dilibatkan dalam kegiatan latihan atlet PODSI di kawasan tersebut.


Meski demikian, pengembangan wisata masih menghadapi keterbatasan dana karena seluruh pengelolaan dilakukan secara mandiri. Pengelola juga harus menangani sampah bawaan laut yang meningkat pada musim tertentu. Pembersihan bahkan dapat membutuhkan waktu beberapa hari dan dilakukan sendiri oleh pengelola.


Ke depan, pengelola berencana menambah fasilitas secara bertahap. Salah satu potensi yang ingin dikembangkan adalah pemandangan lampu kota Surabaya pada malam hari dari kawasan pantai.


Faiz berharap Pantai Goa Petapa dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan perekonomian warga. (rif)

Bagikan:

Komentar