![]() |
| Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo.(Dok/Istimewa). |
KMP Mutiara Sentosa 2, kapal penumpang jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya–Makassar, dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat berlayar di perairan utara Madura. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terpadu yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polda Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, KSOP, KPLP, Polairud, BPBD, serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi.
Kapal-kapal yang terlibat dalam proses evakuasi di antaranya KN SAR Permadi, RIB 01 Sumenep, KRI Nala-363 (Koarmada II), KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, Transco Arafura, Meratus Project 3, Prakarsa Mas, SC Aila XVII, Alcon Daniel, Selaras Mas, dan British Mentor.
Sebagai operator pelabuhan, Pelindo mendirikan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses penerimaan, identifikasi, pelayanan, hingga pemulihan para penumpang yang dievakuasi.
Posko tersebut dibentuk melalui koordinasi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Basarnas, BPBD, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, jajaran kepolisian, serta berbagai instansi terkait lainnya. Selain di Pelabuhan Tanjung Perak, posko penanganan juga disiapkan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, untuk mempercepat koordinasi penanganan korban dari dua titik pendaratan.
Dalam rangka memastikan penanganan korban berjalan optimal, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, turut meninjau langsung proses evakuasi di Pelabuhan Kalianget sebelum melanjutkan pemantauan ke Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa 2 di Terminal Penumpang GSN Pelabuhan Tanjung Perak.
Pada kesempatan itu, Menteri Perhubungan menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut sekaligus memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, penyelamatan, evakuasi, dan penanganan korban. Kementerian Perhubungan juga menegaskan Posko Terpadu di Terminal GSN siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban serta akan terus menyampaikan perkembangan penanganan setelah seluruh data selesai diverifikasi.
Berdasarkan data tim SAR gabungan hingga Minggu pukul 20.30 WIB, sebanyak 235 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 230 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia. Sementara itu, proses pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur SAR gabungan.
Sebagai bentuk kepedulian kepada para korban, Pelindo menyediakan berbagai fasilitas layanan gratis di Terminal Penumpang GSN. Fasilitas tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat sementara yang dilengkapi alas tidur, kasur dan bantal, makanan siap saji, minuman, fasilitas mandi, toilet, mushala, hingga dukungan transportasi menuju terminal, stasiun, maupun tujuan lanjutan bagi penumpang yang telah dinyatakan layak melanjutkan perjalanan.
Pelindo juga menyiapkan kebutuhan logistik di Posko Terpadu berupa 150 boks makanan ringan, 300 boks nasi, 20 dus air mineral, kopi gratis, serta area istirahat sementara untuk memenuhi kebutuhan korban dan keluarga yang datang ke pelabuhan.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar para penumpang memperoleh pelayanan terbaik setelah melalui proses evakuasi di laut.
"Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis," ujarnya.
Purwanto menegaskan seluruh layanan yang diberikan kepada para penumpang tidak dipungut biaya.
"Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penumpang. Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, kami akan membantu proses keberangkatan lanjutan. Namun apabila memilih kembali ke daerah asal, Pelindo juga menyiapkan transportasi menuju terminal maupun stasiun terdekat secara gratis. Kami juga menyediakan tempat beristirahat, makanan, minuman, toilet, dan mushala agar para korban dapat memulihkan kondisi fisik maupun psikologis setelah mengalami musibah," katanya.
Ia menambahkan sedikitnya empat kapal yang membawa penumpang hasil evakuasi, termasuk KM Meratus Pematang Siantar, dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada rentang pukul 23.00–01.00 WIB. Seluruh penumpang akan diprioritaskan mendapatkan pelayanan di Terminal Penumpang GSN agar proses debarkasi, pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan lanjutan berlangsung cepat dan tertib.
Data sementara menunjukkan KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal yang membawa korban evakuasi terbanyak ke Pelabuhan Tanjung Perak, yakni 113 orang yang terdiri atas 111 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia. Dari jumlah penumpang selamat tersebut, tujuh orang langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sesuai hasil pemeriksaan awal tim kesehatan.
Purwanto menjelaskan seluruh personel operasional telah disiagakan selama 24 jam untuk memastikan kedatangan kapal-kapal evakuasi berlangsung aman dan lancar.
"Kami menyiapkan seluruh fasilitas terminal agar dapat langsung digunakan ketika kapal-kapal pembawa korban sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Tim operasional telah bersiaga selama 24 jam untuk mendukung proses debarkasi, pengaturan arus penumpang, hingga penyaluran menuju area pelayanan kesehatan dan posko terpadu. Prioritas kami adalah memastikan para korban memperoleh pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Agustinus Ma'un, mengatakan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi intensif antarinstansi dengan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.
"KSOP Utama Tanjung Perak bersama Basarnas, TNI AL, Polairud, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi, penanganan korban, dan kedatangan kapal-kapal pembawa penumpang dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Fokus utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal, sekaligus memastikan pelayanan kepada korban berjalan optimal," ujarnya.
Ia menambahkan, setelah seluruh proses penyelamatan selesai, pemerintah akan melakukan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.
Pelindo memastikan Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak akan tetap beroperasi hingga seluruh proses penanganan penumpang dinyatakan selesai oleh otoritas yang berwenang. Sebagai operator pelabuhan, Pelindo menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses penanganan kemanusiaan sekaligus memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan aman, lancar, dan berkesinambungan. (Red)


Komentar