![]() |
| Fifin Surya Indari menyiapkan nasi kuning yang akan dijual kepada.(Dok/Istimewa). |
Fifin berjualan nasi kuning di depan gang rumahnya yang berada di Jalan Kg Lemah Duwur Gang 2A, Pejagan, Bangkalan. Setiap harinya, ia menyiapkan sekitar 100 porsi nasi kuning untuk dijual kepada masyarakat.
“Awalnya untuk mencari kesibukan di tengah-tengah menjalani aktivitas menjadi ibu rumah tangga,” ujar Fifin, Rabu 1/9/2026.
Untuk menyiapkan dagangannya, Fifin mulai memasak sejak pukul 02.00 hingga sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah persiapan selesai, ia kemudian mulai berjualan pada pagi hari.
Sebagian besar pembeli datang langsung ke lokasi. Namun, Fifin juga menerima pesanan melalui WhatsApp. Pembelinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, pekerja, hingga masyarakat umum.
Menurut Fifin, pembeli biasanya lebih ramai pada hari-hari aktif. Sementara itu, promosi dilakukan dengan memanfaatkan WhatsApp. Ia biasanya mengunggah dagangannya melalui status WhatsApp pada pagi hari.
Dalam menjalankan usaha selama empat tahun, Fifin menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh semakin menipis. Meski demikian, ia memilih tetap mempertahankan harga agar pelanggan tidak beralih.
“Kendalanya harga bahan yang semakin tinggi dan kita tidak gampang menaikkan harga jual. Tetap bersabar saja dengan keuntungan yang menipis, yang penting pembeli tidak pindah,” tuturnya.
Bagi Fifin, berjualan nasi kuning bukan hanya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang. Usaha tersebut menjadi bagian dari perjuangannya dalam membantu perekonomian keluarga. Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan kebutuhan keluarga lainnya.
“Berjuang untuk meringankan ekonomi keluarga,” katanya.
Selama berjualan, Fifin juga mendapatkan pengalaman yang membuatnya semakin menikmati aktivitas tersebut. Menurutnya, selain memperoleh penghasilan, berjualan juga membuatnya mendapatkan teman dan saudara baru dari para pelanggan.
“Jadi nambah teman, tambah saudara,” ujarnya.
Semangat untuk keluarga menjadi alasan Fifin tetap bertahan menjalankan usaha meski menghadapi berbagai tantangan. Ia berharap usaha nasi kuning yang telah ditekuninya selama empat tahun tersebut dapat semakin berkembang.
“Semakin laris, semakin besar usahanya,” pungkas Fifin. (Tik)


Komentar