![]() |
| Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Achsanul Qosasi. (Dok/Istimewa). |
Achsanul menilai arah kebijakan yang dibawa pimpinan baru bank sentral tersebut berhasil menyentuh berbagai persoalan mendasar yang selama ini kurang tersentuh.
Penegasan itu disampaikan sebagai respons setelah DPR RI resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (1/9/2026).
Selain Destry, DPR juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Ketiganya sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 26–27 Agustus 2026.
Achsanul Qosasi menilai keputusan menetapkan Destry patut dicermati bukan sekadar karena posisinya sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral di Indonesia, tetapi juga karena terobosan pandangan ekonomi yang ditawarkannya.
"Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank sentral perlu memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Achsanul Qosasi, mengutip gagasan utama yang disampaikan Destry saat uji kelayakan pekan lalu.
Presiden Madura United FC itu juga menggarisbawahi data penting yang dipaparkan dalam uji kelayakan, yakni adanya dana perbankan yang belum tersalurkan mencapai Rp2.548 triliun atau setara 21,8 persen dari total plafon kredit.
Menurut Achsanul, penguatan inklusi keuangan serta dorongan terhadap penyaluran kredit kecil akan menjadi game changer (pengubah keadaan) yang krusial untuk menggerakkan sektor riil sekaligus mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen. (Red)


Komentar